Rupiah Rp17.600 per Dolar AS, Airlangga Beberkan Alasan Tak Sama dengan Memori Kelam Krisis 1998

Senin, 25 Mei 2026 - 12:24 WIB
Menko Airlangga Hartarto meminta masyarakat dan pelaku pasar untuk melihat pergerakan nilai tukar rupiah terhadap Dolar AS secara utuh berdasarkan konteks historis. Foto/Dok
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto meminta masyarakat dan pelaku pasar untuk melihat pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) secara utuh berdasarkan konteks historis. Pemerintah menegaskan bahwa kualitas ketahanan ekonomi nasional saat ini jauh lebih solid dan sehat dibandingkan dengan dua dekade sebelumnya, meskipun mata uang domestik tengah dibayangi tekanan eksternal.

Menko Airlangga membandingkan data depresiasi mata uang Garuda serta laju inflasi dari beberapa periode pemerintahan terakhir guna meluruskan persepsi publik. Baca Juga: Kisah Habibie Berhasil Taklukkan Dolar AS dari Rp17.000 ke Rp6.550





“Tadi Pak Misbakhun mengomentari 98, saya dukung. Saya hanya menyampaikan bahwa rupiah itu di tahun 2004-2014 terdepresiasinya 40 persen dalam 10 tahun. Dan itu dengan inflasi yang di tahun 2005, 17 persen karena harga minyak naik ke 140 per barrel,” urai Airlangga dalam acara KNPED OJK di Balai Kartini, Jakarta, Senin (25/5/2026).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!