Gap Dagang Puluhan Miliar Dolar dengan AS-China di Balik Pembentukan BUMN Khusus Ekspor DSI
Senin, 25 Mei 2026 - 14:38 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan, contoh ketidaksesuaian itu terjadi pada neraca perdagangan bilateral dengan AS dan China. Foto/Dok
JAKARTA - Pemerintah mengendus adanya selisih (gap) pencatatan data perdagangan yang cukup fantastis antara Indonesia dengan sejumlah negara mitra dagang utama dunia. Nilai perbedaan komparasi data ekspor-impor tersebut ditaksir menembus angka puluhan miliar dolar Amerika Serikat (AS).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan, contoh ketidaksesuaian itu terjadi pada neraca perdagangan bilateral dengan AS dan China. Perbedaan angka yang ditangkap oleh otoritas kepabeanan domestik dengan negara tujuan ekspor ditengarai menjadi indikasi kuat adanya masalah struktural dalam tata niaga logistik internasional.
“Contoh terhadap Amerika saja, kita merasa bahwa kita punya defisit itu sekitar USD16-17 billion, tapi disana ditangkapnya USD20 billion, ada gap," ungkap Airlangga dalam forum Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah OJK di Balai Kartini, Jakarta, Senin (25/5/2026).
Baca Juga: Ambil Alih Ekspor Komoditas, PT DSI Bakal Resmi Jadi BUMN Minggu Depan
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan, contoh ketidaksesuaian itu terjadi pada neraca perdagangan bilateral dengan AS dan China. Perbedaan angka yang ditangkap oleh otoritas kepabeanan domestik dengan negara tujuan ekspor ditengarai menjadi indikasi kuat adanya masalah struktural dalam tata niaga logistik internasional.
“Contoh terhadap Amerika saja, kita merasa bahwa kita punya defisit itu sekitar USD16-17 billion, tapi disana ditangkapnya USD20 billion, ada gap," ungkap Airlangga dalam forum Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah OJK di Balai Kartini, Jakarta, Senin (25/5/2026).
Baca Juga: Ambil Alih Ekspor Komoditas, PT DSI Bakal Resmi Jadi BUMN Minggu Depan
Lihat Juga :