PLN EPI Gandeng BWI Pasok Biomassa Sekam Padi untuk Cofiring PLTU Indramayu
Senin, 25 Mei 2026 - 19:43 WIB
Ia menyebut performa dan kapasitas produksi biomassa dari sekam padi masih sangat mungkin ditingkatkan. Bahkan, menurutnya, target produksi hingga 3.200 sampai 3.300 ton bukan sesuatu yang sulit dicapai. “Untuk menyentuh angka 3.200 sampai 3.300 sebenarnya sangat mungkin. Tinggal bagaimana penyesuaian teknis di tim produksi dan operasional,” paparnya.
Hokkop menegaskan, PLN EPI ingin kerja sama tersebut tidak hanya berhenti pada penandatanganan kontrak, tetapi terus berkembang melalui peningkatan volume pasokan. “Kalau amendemen itu penambahan volume, artinya masuk kelas akselerasi. Volumenya terus bertambah, berarti kerja sama dan kapasitasnya juga meningkat,” katanya.
Ia juga mengapresiasi langkah PT BWI yang dinilai berhasil mengembangkan potensi sekam padi menjadi biomassa bernilai ekonomi tinggi. Menurut Hokkop, kerja sama ini menjadi tindak lanjut konkret setelah sebelumnya PLN EPI menandatangani nota kesepahaman dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu terkait pengembangan biomassa dan ekonomi sirkular daerah. Kabupaten Indramayu merupakan salah satu lumbung padi nasional memiliki potensi besar limbah sekam yang dapat dioptimalkan menjadi pellet biomassa berkualitas tinggi.
Sementara itu, Direktur Utama PT BWI Robani Hendra Permana mengatakan pihaknya serius mengembangkan bisnis biomassa karena melihat besarnya potensi limbah sekam padi di Indramayu. “Kami serius ingin menjadi salah satu pemain biomassa di Indonesia. Indramayu memiliki luas sawah sekitar 127 ribu hektare dengan produksi gabah mencapai 1,6 juta ton per tahun,” ujar Robani.
Dari jumlah tersebut, kata dia, potensi sekam padi di Indramayu diperkirakan mencapai sekitar 300 ribu ton per tahun. Namun demikian, ia mengakui tantangan utama terletak pada proses pengumpulan sekam yang tersebar di 31 kecamatan. “Tantangannya bagaimana mengumpulkan sekam-sekam yang tersebar luas. Semakin jauh jaraknya dengan pabrik, tentu membutuhkan biaya yang semakin besar,” kata Robani.
Baca Juga: Perkuat Ketahanan Energi, PLN EPI Teken 4 Perjanjian Jual Beli Gas dan LNG di IPA Convex 2026
Hokkop menegaskan, PLN EPI ingin kerja sama tersebut tidak hanya berhenti pada penandatanganan kontrak, tetapi terus berkembang melalui peningkatan volume pasokan. “Kalau amendemen itu penambahan volume, artinya masuk kelas akselerasi. Volumenya terus bertambah, berarti kerja sama dan kapasitasnya juga meningkat,” katanya.
Ia juga mengapresiasi langkah PT BWI yang dinilai berhasil mengembangkan potensi sekam padi menjadi biomassa bernilai ekonomi tinggi. Menurut Hokkop, kerja sama ini menjadi tindak lanjut konkret setelah sebelumnya PLN EPI menandatangani nota kesepahaman dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu terkait pengembangan biomassa dan ekonomi sirkular daerah. Kabupaten Indramayu merupakan salah satu lumbung padi nasional memiliki potensi besar limbah sekam yang dapat dioptimalkan menjadi pellet biomassa berkualitas tinggi.
Sementara itu, Direktur Utama PT BWI Robani Hendra Permana mengatakan pihaknya serius mengembangkan bisnis biomassa karena melihat besarnya potensi limbah sekam padi di Indramayu. “Kami serius ingin menjadi salah satu pemain biomassa di Indonesia. Indramayu memiliki luas sawah sekitar 127 ribu hektare dengan produksi gabah mencapai 1,6 juta ton per tahun,” ujar Robani.
Dari jumlah tersebut, kata dia, potensi sekam padi di Indramayu diperkirakan mencapai sekitar 300 ribu ton per tahun. Namun demikian, ia mengakui tantangan utama terletak pada proses pengumpulan sekam yang tersebar di 31 kecamatan. “Tantangannya bagaimana mengumpulkan sekam-sekam yang tersebar luas. Semakin jauh jaraknya dengan pabrik, tentu membutuhkan biaya yang semakin besar,” kata Robani.
Baca Juga: Perkuat Ketahanan Energi, PLN EPI Teken 4 Perjanjian Jual Beli Gas dan LNG di IPA Convex 2026
Lihat Juga :