Energi Panas Bumi, Tantangan, Mitos, dan Ekonomi
Selasa, 26 Mei 2026 - 23:04 WIB
Soal luas lahan, ia menjelaskan bahwa konsesi panas bumi yang tampak besar di atas kertas, bisa puluhan ribu hektare, hanya merujuk pada wilayah bawah tanah. Lahan permukaan yang benar-benar dibuka tidak lebih dari 300 hektare, berbeda jauh dengan tambang batu bara terbuka.
Kendati demikian, Ia mengakui adanya insiden paparan gas H2S di Sorik Merapi pada 2021 yang menewaskan lima warga. "Itu adalah kelemahan yang harus kita akui dan perbaiki. Sejak kejadian itu, tidak ada lagi fatality akibat paparan H2S," ujarnya.
Dorong Ekonomi Daerah
Di wilayah seperti Maluku yang masih kekurangan pasokan listrik, Riza melihat panas bumi sebagai pemantik pertumbuhan ekonomi. Star Energy misalnya, baru saja berhasil menemukan potensi 60 MW di lapangan Hamidin, Maluku."Kalau ketahanan listrik di Maluku bisa naik, investor lebih tertarik membangun cold storage atau smelter di sana. Geotermal bisa mentrigger kegiatan ekonomi yang pada ujungnya menghasilkan ekspor," pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :