MBG Jadi Instrumen Ganda: Atasi Stunting dan Tekan Beban Ekonomi Keluarga
Jum'at, 29 Mei 2026 - 19:44 WIB
Sementara itu, Direktur Pengendalian Kerawanan Pangan Badan Pangan Nasional (Bapanas) Tri Nuryanti mengungkapkan masih terdapat 81 kabupaten/kota yang masuk kategori rentan rawan pangan. Di wilayah tersebut, keluarga prasejahtera bahkan mengalokasikan hingga 65% pendapatan untuk kebutuhan pangan.
"Ketika ada jembatan keterjangkauan bernama MBG, beban pengeluaran pangan orang tua berkurang drastis sehingga sisa pendapatan bisa dialihkan untuk pendidikan atau kesehatan," kata Tri.
Baca Juga: Program MBG Bisa Genjot Ekonomi Daerah jika Tata Kelola Diperbaiki
Menurut dia, keberadaan MBG secara tidak langsung memperbaiki daya beli masyarakat dan memutus lingkaran kemiskinan yang selama ini dipicu oleh tingginya biaya kebutuhan dasar.
Meski demikian, para pakar menilai kualitas pelaksanaan program perlu terus diperkuat. Pemerintah dinilai telah bertransformasi dari pendekatan distribusi sederhana menjadi sistem pangan yang terukur, aman, dan terstandarisasi melalui penerapan prosedur operasional (SOP) yang ketat.
"Ketika ada jembatan keterjangkauan bernama MBG, beban pengeluaran pangan orang tua berkurang drastis sehingga sisa pendapatan bisa dialihkan untuk pendidikan atau kesehatan," kata Tri.
Baca Juga: Program MBG Bisa Genjot Ekonomi Daerah jika Tata Kelola Diperbaiki
Menurut dia, keberadaan MBG secara tidak langsung memperbaiki daya beli masyarakat dan memutus lingkaran kemiskinan yang selama ini dipicu oleh tingginya biaya kebutuhan dasar.
Meski demikian, para pakar menilai kualitas pelaksanaan program perlu terus diperkuat. Pemerintah dinilai telah bertransformasi dari pendekatan distribusi sederhana menjadi sistem pangan yang terukur, aman, dan terstandarisasi melalui penerapan prosedur operasional (SOP) yang ketat.
Lihat Juga :