Mengulik Biang Kerok Terkaparnya Rupiah Lawan Dolar Singapura ke Rp14.000, Sesuai Ramalan?
Jum'at, 29 Mei 2026 - 21:36 WIB
Ramalan Bennix
Pelemahan rupiah terhadap dolar Singapura sempat diramalkan oleh Founder Bennix Investor Group, Benny Batara. Dimana Ia memprediksi Singapura akan melakukan strategi agresif di sektor finansial dengan menarik arus modal keluar dari Indonesia demi menjaga pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global.Baca Juga: Rupiah Semakin Terpuruk Dekati Rp17.900 per Dolar AS, BI Buka Suara
Menurut dia, tekanan terhadap nilai tukar rupiah berpotensi meningkat dalam beberapa bulan ke depan seiring upaya Singapura memperkuat posisi sebagai pusat keuangan di kawasan.
"Yang Indonesia harus siap-siap adalah Singapura wajib 'nyerang' Indonesia untuk bertahan. Mereka akan mendorong dolar Singapura naik dan rupiah ditekan supaya banyak orang kaya Indonesia memindahkan dananya ke Singapura," kata Benny dalam Podcast To The Point Aja di kanal YouTube SindoNews, dikutip pada Jumat (8/5/2026).
Menurut Benny, strategi tersebut dapat memicu capital outflow dari Indonesia, terutama jika nilai tukar rupiah terhadap dolar Singapura terus melemah. Ia memperkirakan tekanan terhadap rupiah berpotensi semakin terasa dalam dua bulan mendatang.
Lantas, apa yang sebenarnya terjadi di balik layar pasar keuangan global hingga rupiah bisa terdepresiasi sedalam ini? Merosotnya nilai tukar rupiah kali ini tidak lepas dari dinamika luar biasa yang sedang terjadi di Negeri Singa.
Ada dua faktor utama yang menjadi pemicu yakni ledakan sektor teknologi (demam AI). Belum lama ini, Singapura melaporkan pertumbuhan ekonomi yang fantastis hingga 6% di Kuartal I-2026.
Lihat Juga :