Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia

Selasa, 02 Juni 2026 - 09:36 WIB
Baca Juga: Daftar Negara dengan Cadangan Mineral Tanah Jarang Terbesar Dunia, Ada Tetangga Indonesia

Lembaga keuangan seperti Goldman Sachs dan Nomura memperkirakan ekspor produk terkait AI menyumbang sekitar setengah dari pertumbuhan ekspor pada April. Namun, kenaikan harga ekspor juga dipicu lonjakan harga energi akibat konflik di Iran.

Meski demikian, penguatan mata uang yuan menjadi tantangan baru bagi eksportir. Sekitar seperempat dari 5.500 perusahaan tercatat melaporkan kerugian akibat fluktuasi nilai tukar, yang meningkatkan beban biaya dan menekan profitabilitas.

Sementara itu, pertemuan antara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping belum menghasilkan terobosan signifikan. Namun, pembentukan dua komite baru di bidang perdagangan dan investasi berpotensi membuka peluang bisnis baru, termasuk rencana penurunan tarif untuk barang senilai sedikitnya 30 miliar dolar AS dari masing-masing negara.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!