Inflasi Indonesia Mei 2026 Capai 3,08%, Ini Pendorongnya

Selasa, 02 Juni 2026 - 14:08 WIB
BPS mencatat inflasi tahunan Indonesia mencapai 3,08% pada Mei 2026 dipengaruhi dinamika harga di sejumlah kelompok pengeluaran. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan Indonesia mencapai 3,08% pada Mei 2026 dipengaruhi dinamika harga di sejumlah kelompok pengeluaran. Kenaikan harga energi dan transportasi menjadi faktor utama pendorong inflasi, di tengah peran sejumlah komoditas pangan sebagai penahan laju kenaikan harga.

"Pada Mei 2026, selain memberikan sumbangan inflasi, ada beberapa komoditas makanan, minuman dan tembakau yang juga menjadi peredam inflasi, seperti daging ayam ras, telur ayam ras, dan bawang putih," ujar Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Pudji Ismartini.



Baca Juga: BPS: Neraca Dagang RI Januari-April 2026 Surplus USD5,64 Miliar

BPS mencatat secara bulanan inflasi pada Mei 2026 sebesar 0,28% atau lebih tinggi dibandingkan April 2026 yang sebesar 0,13%. Sementara itu, inflasi tahun kalender (Januari–Mei 2026) tercatat 1,35%.

Kelompok transportasi menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan kenaikan sebesar 0,61% dan andil terhadap Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 0,07%. Kenaikan ini dipicu oleh naiknya harga bahan bakar minyak nonsubsidi serta tarif angkutan udara.

Pudji menjelaskan, komponen utama pendorong inflasi di sektor transportasi meliputi harga bensin, solar, pelumas mesin, serta tarif tiket pesawat. Kenaikan tersebut tidak terlepas dari meningkatnya harga avtur dan energi global.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!