Anggaran Ayam Lokal Kementan Kena Semprit Anggota DPR
Senin, 21 September 2020 - 14:19 WIB
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Komisi IV DPR RI mengkritisi sejumlah anggaran Kementerian Pertanian (Kementan) di 2021. Di antaranya anggaran pada Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH).
Anggaran di Ditjen PKH yang disorot adalah anggaran pengadaan 500.000 ayam lokal untuk masyarakat senilai Rp33,7 miliar. Ketua Komisi IV dari fraksi PDIP Sudin , mengatakan anggaran program pengadaan ayam lokal tersebut terlalu besar, sehingga malah akan menjadi beban untuk negara. ( Baca juga:Ambil Alih dari Chevron, Pertamina Bersiap Ngebor 44 Sumur di Blok Rokan )
"Sekarang kalau kita mau kasih bantuan kepada masyarakat, misalnya ayam, paling tidak ya tidak semua beban dibebankan ke kita (negara)," kata Sudin di Gedung DPR, Senin (21/9/2020).
Ia menjelaskan, dalam program ini tidak perlu dilakukan pengadaan kandang dan pakan untuk ayam. Sebab, masyarakat dinilai mampu untuk membuat kandang dan pakan sendiri berdasarkan sumber daya alam yang ada di sekitarnya.
"Kalau di kampung dikasih bantuan ayam, insya Allah pasti mereka bikin kandang walaupun dari bambu, paling enggak begitu. Kalau pakan saya kira juga enggak perlu dibantu, karena terkadang kalau mereka ada nasi berlebih akan dikasih ke ayam, dimakan kok," jelasnya.
Sudin melanjutkan, program pengadaan ayam lokal ini jika diperhitungkan maka harga ayam sebesar Rp67.400 per ekor.
Anggaran di Ditjen PKH yang disorot adalah anggaran pengadaan 500.000 ayam lokal untuk masyarakat senilai Rp33,7 miliar. Ketua Komisi IV dari fraksi PDIP Sudin , mengatakan anggaran program pengadaan ayam lokal tersebut terlalu besar, sehingga malah akan menjadi beban untuk negara. ( Baca juga:Ambil Alih dari Chevron, Pertamina Bersiap Ngebor 44 Sumur di Blok Rokan )
"Sekarang kalau kita mau kasih bantuan kepada masyarakat, misalnya ayam, paling tidak ya tidak semua beban dibebankan ke kita (negara)," kata Sudin di Gedung DPR, Senin (21/9/2020).
Ia menjelaskan, dalam program ini tidak perlu dilakukan pengadaan kandang dan pakan untuk ayam. Sebab, masyarakat dinilai mampu untuk membuat kandang dan pakan sendiri berdasarkan sumber daya alam yang ada di sekitarnya.
"Kalau di kampung dikasih bantuan ayam, insya Allah pasti mereka bikin kandang walaupun dari bambu, paling enggak begitu. Kalau pakan saya kira juga enggak perlu dibantu, karena terkadang kalau mereka ada nasi berlebih akan dikasih ke ayam, dimakan kok," jelasnya.
Sudin melanjutkan, program pengadaan ayam lokal ini jika diperhitungkan maka harga ayam sebesar Rp67.400 per ekor.
Lihat Juga :