Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras

Jum'at, 05 Juni 2026 - 14:00 WIB
Menurut Eryanto, teknologi ADEPIDYN™ dirancang untuk memberikan perlindungan penyakit yang lebih efektif dan konsisten pada tanaman padi, termasuk di tengah kondisi cuaca yang semakin sulit diprediksi. Produk tersebut juga memiliki ketahanan terhadap hujan dengan perlindungan hingga 14 hari setelah aplikasi sehingga membantu menjaga kesehatan tanaman dan meningkatkan potensi hasil panen.

Peluncuran MIRAVIS Duo® mendapat dukungan pemerintah daerah karena dinilai sejalan dengan upaya meningkatkan produktivitas pertanian. Kepala Bidang Tanaman Pangan Kabupaten Cilacap Cicik Setyorini mengatakan inovasi perlindungan tanaman diperlukan untuk membantu petani mengelola risiko penyakit yang dapat memengaruhi hasil panen.

“Kami menyambut baik inovasi perlindungan tanaman yang dapat membantu petani mengelola risiko penyakit, terutama di tengah cuaca yang semakin sulit diprediksi. Kami berharap teknologi seperti ini dapat diadopsi dengan bijak sesuai rekomendasi sehingga produktivitas dan kualitas panen padi di Cilacap terus meningkat,” ujarnya.

Kabupaten Cilacap merupakan salah satu sentra produksi padi terbesar di Indonesia dengan perkiraan produksi mencapai 855.042 ton gabah kering giling (GKG). Pada 2025, daerah tersebut juga mencatat surplus beras lebih dari 321 ribu ton sehingga menjadi salah satu penopang ketahanan pangan nasional.

Syngenta menyebut MIRAVIS Duo® memiliki tiga keunggulan utama, yakni menghasilkan gabah sehat berkilau, menjaga daun bendera tetap hijau dan bersih, serta meningkatkan produktivitas tanaman. Produk ini diklaim mampu diserap tanaman dalam waktu enam jam dan memberikan perlindungan yang merata ke seluruh bagian tanaman.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!