Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh

Minggu, 07 Juni 2026 - 18:05 WIB
Kepercayaan investor global terhadap Indonesia terus tergerus seiring anjloknya nilai tukar rupiah dan IHSG. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Kepercayaan investor global terhadap Indonesia terus tergerus seiring anjloknya nilai tukar rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memicu fenomena "Jual Indonesia" atau "Sell Indonesia". Kondisi tersebut terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintah dan ketidakpastian implementasi berbagai program strategis nasional.

"Perdagangan besar di Asia saat ini adalah 'Sell Indonesia'. Saya tidak punya eksposur sama sekali ke Indonesia. Saya tidak akan memberi mereka kesempatan," ujar Kepala Riset K2 Asset Management George Boubouras, yang telah keluar dari seluruh posisinya di Indonesia sejak 2024 setelah berinvestasi selama puluhan tahun dikutip dari The Straits Times, Minggu (7/6/2026).



Baca Juga: Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini

Tekanan pasar terlihat dari kinerja IHSG yang merosot 36% dari rekor tertinggi hanya dalam lima bulan terakhir menjadikan

indeks dengan performa terburuk di antara lebih dari 90 indeks global yang dipantau Bloomberg sepanjang 2026. Pada saat yang sama, rupiah melemah lebih dari 7% dan sempat menembus level psikologis Rp18.000 pada 4 Juni lalu.

Pasar juga memperkirakan tekanan terhadap rupiah masih terus berlanjut. Pelaku pasar menilai terdapat peluang sekitar 45% rupiah melemah hingga Rp19.000 per dolar AS pada akhir tahun ini dan peluang 27% menembus Rp20.000 per dolar AS dalam satu tahun mendatang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!