Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
Rabu, 10 Juni 2026 - 08:49 WIB
Sementara itu minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS ikut mendaki 68 sen yang setara 0,8% menjadi USD88,97 per barel. Lonjakan ini memutus tren penurunan harga yang sempat menyentuh level terendah dalam tujuh minggu terakhir pada sesi sebelumnya.
Teheran menegaskan mereka akan kembali mengangkat senjata jika Israel nekat melanjutkan agresi militernya terhadap milisi Hizbullah di Lebanon. Keengganan Israel untuk menyetop operasi militernya inilah yang menjadi batu sandungan besar bagi Trump untuk memperpanjang gencatan senjata menjadi kesepakatan damai yang permanen.
Baca Juga: Krisis Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Bisa Tembus USD100 per Barel Bertahun-tahun
Hingga detik ini, dampak perang yang paling mencekik ekonomi dunia adalah keputusan Teheran untuk tetap memblokir sebagian besar jalur pelayaran di Selat Hormuz. Padahal selat ini merupakan jalur nadi utama yang mengalirkan seperlima pasokan minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dunia.
Sebagai aksi balasan, Washington ikut menerapkan blokade ketat terhadap pelabuhan-pelabuhan milik Iran. Meskipun Menteri Energi AS sempat mengklaim ada sedikit kenaikan lalu lintas kapal tanker di Teluk, situasi di lapangan tetap berada dalam status siaga satu selama kesepakatan damai kedua belah pihak belum ketok palu.
Gencatan Senjata Semu
Situasi di Timur Tengah sebenarnya sempat mendingin setelah Israel dan Iran setuju menghentikan serangan langsung satu sama lain atas desakan Trump. Namun, perdamaian semu itu hancur berantakan.Teheran menegaskan mereka akan kembali mengangkat senjata jika Israel nekat melanjutkan agresi militernya terhadap milisi Hizbullah di Lebanon. Keengganan Israel untuk menyetop operasi militernya inilah yang menjadi batu sandungan besar bagi Trump untuk memperpanjang gencatan senjata menjadi kesepakatan damai yang permanen.
Baca Juga: Krisis Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia Bisa Tembus USD100 per Barel Bertahun-tahun
Hingga detik ini, dampak perang yang paling mencekik ekonomi dunia adalah keputusan Teheran untuk tetap memblokir sebagian besar jalur pelayaran di Selat Hormuz. Padahal selat ini merupakan jalur nadi utama yang mengalirkan seperlima pasokan minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dunia.
Sebagai aksi balasan, Washington ikut menerapkan blokade ketat terhadap pelabuhan-pelabuhan milik Iran. Meskipun Menteri Energi AS sempat mengklaim ada sedikit kenaikan lalu lintas kapal tanker di Teluk, situasi di lapangan tetap berada dalam status siaga satu selama kesepakatan damai kedua belah pihak belum ketok palu.
Lihat Juga :