Indodax Perkuat Pengawasan Transaksi Kripto Berbasis AI
Kamis, 11 Juni 2026 - 18:19 WIB
William mengatakan penguatan infrastruktur kepatuhan kini menjadi fondasi penting dalam membangun industri aset kripto yang sehat, terpercaya, dan berkelanjutan. Menurut dia, kepercayaan pengguna harus dibangun melalui transparansi, tata kelola yang baik, serta manajemen risiko yang kuat dalam jangka panjang.
Chainalysis merupakan perusahaan penyedia solusi investigasi, kepatuhan, dan intelijen pasar berbasis kecerdasan buatan (AI) yang digunakan oleh pemerintah, bursa aset digital, institusi keuangan, hingga perusahaan keamanan siber di lebih dari 70 negara. Teknologi yang dikembangkan perusahaan tersebut telah membantu berbagai lembaga dalam menangani kejahatan siber sekaligus mendukung terciptanya ekosistem aset digital yang lebih aman dan transparan.
Berdasarkan Chainalysis Global Crypto Adoption Index 2025, Indonesia menempati peringkat ketujuh dunia dalam adopsi aset kripto. Indonesia juga tercatat sebagai pasar aset kripto terbesar keempat di Asia berdasarkan nilai transaksi yang diterima, dengan pertumbuhan mencapai 103 persen secara tahunan.
Regional Director ASEAN Chainalysis Diederik Van Wersch menilai pertumbuhan industri kripto yang sangat cepat perlu diimbangi dengan sistem kepatuhan dan pengawasan risiko yang semakin kuat.
"Indonesia merupakan salah satu pasar kripto dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. Dukungan teknologi AI dan analisis data blockchain memungkinkan potensi risiko teridentifikasi secara real time sehingga dapat ditangani lebih cepat dan akurat. Kami melihat Indodax menunjukkan komitmen kuat dalam membangun fondasi tersebut," ujar Diederik.
Chainalysis merupakan perusahaan penyedia solusi investigasi, kepatuhan, dan intelijen pasar berbasis kecerdasan buatan (AI) yang digunakan oleh pemerintah, bursa aset digital, institusi keuangan, hingga perusahaan keamanan siber di lebih dari 70 negara. Teknologi yang dikembangkan perusahaan tersebut telah membantu berbagai lembaga dalam menangani kejahatan siber sekaligus mendukung terciptanya ekosistem aset digital yang lebih aman dan transparan.
Berdasarkan Chainalysis Global Crypto Adoption Index 2025, Indonesia menempati peringkat ketujuh dunia dalam adopsi aset kripto. Indonesia juga tercatat sebagai pasar aset kripto terbesar keempat di Asia berdasarkan nilai transaksi yang diterima, dengan pertumbuhan mencapai 103 persen secara tahunan.
Regional Director ASEAN Chainalysis Diederik Van Wersch menilai pertumbuhan industri kripto yang sangat cepat perlu diimbangi dengan sistem kepatuhan dan pengawasan risiko yang semakin kuat.
"Indonesia merupakan salah satu pasar kripto dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara. Dukungan teknologi AI dan analisis data blockchain memungkinkan potensi risiko teridentifikasi secara real time sehingga dapat ditangani lebih cepat dan akurat. Kami melihat Indodax menunjukkan komitmen kuat dalam membangun fondasi tersebut," ujar Diederik.
Lihat Juga :