Pertamax Naik Picu Migrasi Besar-besaran ke Pertalite, Subsidi BBM Jebol?

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:19 WIB
Sebelumnya, PT Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga jual produk BBM nonsubsidi jenis Pertamax menjadi Rp16.250 per liter dan Pertamax Green menjadi Rp17.000 per liter yang mulai berlaku sejak 10 Juni lalu. Penyesuaian ini memicu disparitas harga yang semakin lebar dengan BBM bersubsidi, di mana Pertalite tetap bertahan di angka Rp10.000 per liter dan Biosolar sebesar Rp6.800 per liter.

Baca Juga: Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menjelaskan bahwa penyesuaian harga komoditas nonsubsidi ini telah melalui proses evaluasi berkala sesuai dengan formula harga yang ditetapkan oleh pemerintah. Langkah ini diambil sebagai bagian dari implementasi tata kelola energi yang bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis perusahaan dan kepastian pasokan energi nasional.

Kendati harga lini produk ramah lingkungan mengalami kenaikan, Pertamina memastikan pasokan dan penyaluran BBM bersubsidi, baik jenis gasoline Pertalite maupun gas oil Biosolar, tetap berjalan normal di seluruh SPBU. Emiten pelat merah tersebut berkomitmen menjaga harga kedua produk penugasan itu tetap stabil demi menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga minyak mentah dunia.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!