Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Sabtu, 13 Juni 2026 - 19:34 WIB
Mada mengatakan pemanfaatan energi surya nasional masih berada di bawah 1% dari total potensi teknis yang tersedia. Karena itu, peluang pengembangan energi surya di Indonesia masih sangat besar, terutama didorong oleh meningkatnya permintaan industri dan dukungan kebijakan pemerintah.
Menurut AESI, percepatan adopsi energi surya ditopang oleh empat faktor utama, yakni masih tersedianya kuota PLTS atap, meningkatnya kebutuhan industri terhadap energi bersih, dukungan regulasi yang semakin kuat, serta tuntutan pasar global terhadap praktik bisnis berkelanjutan.
Selain itu, implementasi penuh Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) di Uni Eropa mulai 2026 serta meningkatnya tuntutan transparansi jejak karbon dalam rantai pasok global semakin mempertegas bahwa energi bersih telah menjadi kebutuhan strategis bagi perusahaan yang ingin mempertahankan akses pasar internasional.
Menurut AESI, percepatan adopsi energi surya ditopang oleh empat faktor utama, yakni masih tersedianya kuota PLTS atap, meningkatnya kebutuhan industri terhadap energi bersih, dukungan regulasi yang semakin kuat, serta tuntutan pasar global terhadap praktik bisnis berkelanjutan.
Selain itu, implementasi penuh Carbon Border Adjustment Mechanism (CBAM) di Uni Eropa mulai 2026 serta meningkatnya tuntutan transparansi jejak karbon dalam rantai pasok global semakin mempertegas bahwa energi bersih telah menjadi kebutuhan strategis bagi perusahaan yang ingin mempertahankan akses pasar internasional.
(nng)
Lihat Juga :