Bukan Sekadar Listrik, Panas Bumi Jadi Katalis Ekonomi dan Ketahanan Pangan

Kamis, 18 Juni 2026 - 12:23 WIB
Manfaat ekonomi tersebut juga dirasakan pemerintah daerah melalui mekanisme bonus produksi panas bumi. Sekretaris Daerah Kabupaten Garut Nurdin Yana mengungkapkan, sepanjang 2015 hingga 2025 daerahnya menerima bonus produksi panas bumi sebesar Rp137,84 miliar yang dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan dan pelayanan masyarakat.

“Bonus produksi panas bumi telah menjadi instrumen penting yang memungkinkan pemerintah daerah mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah pengembangan,” ujar Nurdin.

Pada 2025, Pemerintah Kabupaten Garut mengalokasikan bonus produksi sebesar Rp14,43 miliar, di antaranya Rp7,21 miliar untuk bantuan keuangan kepada 36 desa dan Rp2,89 miliar untuk hibah kepada 94 penerima sarana keagamaan. Dana tersebut juga digunakan untuk pembangunan dan rekonstruksi sejumlah ruas jalan strategis di wilayah Garut.

Sementara pada 2026, alokasi bonus produksi sebesar Rp8,40 miliar diarahkan untuk pembangunan tanggul sungai, rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan sistem penyediaan air minum, fasilitas sanitasi, rekonstruksi jalan desa, hingga rehabilitasi sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.

Selain memberikan manfaat fiskal bagi daerah, sektor panas bumi juga mendorong inovasi sosial dan lingkungan. Salah satunya dilakukan Star Energy Geothermal yang mengoperasikan lapangan panas bumi Wayang Windu, Darajat, dan Salak dengan total kapasitas terpasang 929,3 megawatt (MW), setara pasokan energi bersih bagi sekitar 1,44 juta rumah tangga per tahun.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!