BPDP dan AKPY Latih Petani Kotim Tingkatkan Kualitas Panen Sawit Rakyat

Minggu, 21 Juni 2026 - 17:09 WIB
Sebanyak 149 peserta mengikuti pelatihan teknis budidaya kelapa sawit, sedangkan 88 peserta lainnya mengikuti pelatihan panen dan pascapanen. Materi yang diberikan meliputi kriteria matang panen, teknik pemotongan tandan sesuai standar, pengumpulan brondolan, hingga penanganan hasil panen agar cepat sampai ke pabrik.

Menurut Idum, buah yang dipanen terlalu muda akan menghasilkan rendemen minyak rendah, sedangkan panen yang terlambat dapat meningkatkan kadar asam lemak bebas atau free fatty acid (FFA) yang menurunkan kualitas minyak sawit.

Ia menambahkan, brondolan yang tidak dipungut juga menjadi sumber kerugian nyata bagi petani. “Setiap tahapan panen menentukan kualitas. Jadi sawit berkualitas itu dimulai dari pemanen yang terampil dan paham standar,” ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotawaringin Timur Yephi Hartady Periyanto menilai pelatihan tersebut penting untuk mendorong petani sawit rakyat naik kelas, baik dari sisi keterampilan teknis maupun tata kelola usaha.

Selain peningkatan kompetensi, petani juga didorong melengkapi legalitas usaha melalui Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB) sebagai langkah menuju pengelolaan sawit yang lebih profesional dan berkelanjutan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!