Harga Bensin di AS Tetap Mahal meski Minyak Dunia Rontok, Trump Semprot Raksasa Energi

Kamis, 25 Juni 2026 - 09:21 WIB

Paradoks Pasar: Harga Minyak Mentah Ambles, Harga Bensin Tetap Mahal

Kemarahan Trump dipicu oleh ketimpangan data pasar pasca-meredanya ketegangan geopolitik. Saat perang antara AS-Israel melawan Iran meletus pada 28 Februari 2026 lalu disertai blokade Selat Hormuz, harga minyak mentah dunia jenis Brent sempat meroket gila-gilaan hingga menyentuh USD120 per barel pada Mei 2026.

Namun, seiring progres positif perjanjian damai AS-Iran pekan ini, harga minyak dunia langsung terjun bebas. Minyak mentah Brent anjlok drastis hingga di bawah USD74 per barel, sedangkan minyak mentah WTI (AS) merosot ke level USD70 per barel.

Anehnya, harga rata-rata bensin eceran di AS justru masih bertengger di angka USD3,93 per galon-hanya turun tipis dari puncaknya sebesar USD4 per galon pada April lalu.

Baca Juga: Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?



Merespons tuduhan Trump, pihak industri minyak melalui American Petroleum Institute (API) langsung pasang badan. Juru bicara API, Bethany Williams, berargumen bahwa harga bensin di SPBU tidak bisa bergerak searah (lockstep) seketika dengan harga minyak mentah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!