Transisi Net Zero Ubah Peran CFO Menjadi Penggerak Transformasi Bisnis
Sabtu, 27 Juni 2026 - 22:45 WIB
Direktur Eksekutif IBCSD, Indah Budiani dalam sambutannya menekankan, bahwa peran CFO saat ini tidak lagi terbatas pada menjaga kinerja keuangan perusahaan, tetapi juga menjadi penggerak transformasi bisnis yang mampu menciptakan nilai jangka panjang.
“Di era transisi menuju ekonomi rendah karbon, CFO memegang peran penting dalam memastikan agenda keberlanjutan terintegrasi dalam strategi bisnis dan keputusan investasi perusahaan. Keberhasilan mengelola risiko dan peluang transisi akan sangat menentukan ketahanan dan daya saing perusahaan di masa depan,” ujar Indah Budiani.
Diskusi juga menyoroti bahwa peran CFO dalam agenda keberlanjutan terus berkembang seiring meningkatnya risiko dan tuntutan regulasi terkait ESG. Para pembicara sepakat bahwa ESG tidak lagi dapat dipandang sebagai isu kepatuhan semata, melainkan faktor strategis yang memengaruhi valuasi perusahaan, penilaian risiko, akses pembiayaan, hingga daya saing bisnis.
Dalam sesi diskusi, disampaikan bahwa risiko ESG kini telah menjadi salah satu risiko utama yang perlu diperhitungkan perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan perlu mulai mengintegrasikan pertimbangan risiko iklim ke dalam proses pengambilan keputusan keuangan, termasuk melalui pendekatan climate-adjusted valuation dan penguatan koordinasi antara fungsi keuangan dan keberlanjutan.
Baca Juga: Kolaborasi IBCSD dan BEI Dorong Akses Pembiayaan Berkelanjutan melalui Sustainable Bonds & Sukuk
“Di era transisi menuju ekonomi rendah karbon, CFO memegang peran penting dalam memastikan agenda keberlanjutan terintegrasi dalam strategi bisnis dan keputusan investasi perusahaan. Keberhasilan mengelola risiko dan peluang transisi akan sangat menentukan ketahanan dan daya saing perusahaan di masa depan,” ujar Indah Budiani.
Diskusi juga menyoroti bahwa peran CFO dalam agenda keberlanjutan terus berkembang seiring meningkatnya risiko dan tuntutan regulasi terkait ESG. Para pembicara sepakat bahwa ESG tidak lagi dapat dipandang sebagai isu kepatuhan semata, melainkan faktor strategis yang memengaruhi valuasi perusahaan, penilaian risiko, akses pembiayaan, hingga daya saing bisnis.
Dalam sesi diskusi, disampaikan bahwa risiko ESG kini telah menjadi salah satu risiko utama yang perlu diperhitungkan perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan perlu mulai mengintegrasikan pertimbangan risiko iklim ke dalam proses pengambilan keputusan keuangan, termasuk melalui pendekatan climate-adjusted valuation dan penguatan koordinasi antara fungsi keuangan dan keberlanjutan.
Baca Juga: Kolaborasi IBCSD dan BEI Dorong Akses Pembiayaan Berkelanjutan melalui Sustainable Bonds & Sukuk
Lihat Juga :