PLN EPI Bangun Ekosistem Bioenergi Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Rabu, 01 Juli 2026 - 21:36 WIB
Saat ini, PLN telah mengimplementasikan program co-firing biomassa di 52 PLTU dengan total kapasitas mencapai 18.154 megawatt (MW). Untuk mendukung program tersebut dibutuhkan pasokan biomassa sekitar 9 juta ton per tahun yang akan dipenuhi secara bertahap melalui penguatan rantai pasok biomassa nasional. Selain biomassa padat, PLN EPI juga mengembangkan berbagai bentuk bioenergi lain seperti biochar, compressed biomethane gas (CBG), biohidrogen, hingga pemanfaatan sampah perkotaan menjadi bahan bakar alternatif pembangkit sebagai bagian dari diversifikasi energi primer.

Baca Juga: PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi

Pemerintah juga terus mendorong pengembangan energi baru terbarukan melalui berbagai kebijakan. Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2029, PLN menargetkan penambahan kapasitas pembangkit energi baru terbarukan sebesar 12,22 GW dengan kebutuhan investasi sekitar Rp1.682 triliun serta potensi penciptaan sekitar 760 ribu lapangan kerja hijau sebagai bagian dari percepatan transisi energi nasional.

Melalui pengembangan bioenergi, kata Hokkop, PLN EPI tidak hanya memperluas bauran energi primer nasional, tetapi juga membangun ekosistem energi yang lebih tangguh, berkelanjutan, dan berbasis sumber daya domestik. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk mengoptimalkan potensi biomassa Indonesia menjadi energi yang andal, memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi menuju Indonesia yang lebih hijau dan berkelanjutan.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!