Gelombang PHK Ancam Industri Strategis, Regulasi yang Menggerus Daya Saing Harus Ditinjau Ulang
Jum'at, 03 Juli 2026 - 08:41 WIB
Pemerintah diminta meninjau ulang berbagai regulasi yang dinilai berpotensi menggerus daya saing industri nasional. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Pradipa Institute meminta pemerintah meninjau ulang berbagai regulasi yang dinilai berpotensi menggerus daya saing industri nasional di tengah meningkatnya ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) pada sejumlah sektor strategis. Tekanan terhadap dunia usaha disebut semakin berat akibat pelemahan permintaan global, tingginya biaya logistik, serta membanjirnya produk impor.
"Regulasi yang disusun tanpa mempertimbangkan dampak ekonomi dan ketenagakerjaan berpotensi mengikis daya saing industri nasional, menghambat investasi, serta mempercepat relokasi usaha ke negara lain yang menawarkan iklim usaha lebih kompetitif," ujar Deputi Direktur Pradipa Institute Agus Surono dalam pernyataannya, dikutip pada Jumat (3/7/2026).
Baca Juga: Bank Dunia Naikkan Status Vietnam dan Filipina Jadi Negara Berpendapatan Menengah Atas, Indonesia Kalah
Menurut Agus, sektor strategis seperti tekstil, alas kaki, furnitur, elektronik, otomotif, makanan dan minuman, hingga industri hasil tembakau saat ini menghadapi tekanan berlapis yang dapat memicu penurunan produksi dan penutupan pabrik apabila tidak segera ditangani.
"Regulasi yang disusun tanpa mempertimbangkan dampak ekonomi dan ketenagakerjaan berpotensi mengikis daya saing industri nasional, menghambat investasi, serta mempercepat relokasi usaha ke negara lain yang menawarkan iklim usaha lebih kompetitif," ujar Deputi Direktur Pradipa Institute Agus Surono dalam pernyataannya, dikutip pada Jumat (3/7/2026).
Baca Juga: Bank Dunia Naikkan Status Vietnam dan Filipina Jadi Negara Berpendapatan Menengah Atas, Indonesia Kalah
Menurut Agus, sektor strategis seperti tekstil, alas kaki, furnitur, elektronik, otomotif, makanan dan minuman, hingga industri hasil tembakau saat ini menghadapi tekanan berlapis yang dapat memicu penurunan produksi dan penutupan pabrik apabila tidak segera ditangani.
Lihat Juga :