Vietnam dan Filipina Bersaing Jadi Raja ASEAN, Mengapa Indonesia Tertinggal?
Sabtu, 04 Juli 2026 - 12:15 WIB
Bank Dunia mencatat pendapatan nasional bruto atau gross national income (GNI) per kapita Vietnam mencapai USD4.970 pada 2025, sedangkan Filipina sebesar USD4.850. Kedua negara itu telah melampaui ambang batas kategori negara berpendapatan menengah atas yang ditetapkan Bank Dunia sebesar USD4.636.
Analis Center for Strategic and International Studies (CSIS) Bich Tran menilai keberhasilan Vietnam tidak terlepas dari posisinya sebagai tujuan utama strategi global "China Plus One".
"Kedekatan geografis dan kemiripan budaya dengan China memudahkan perusahaan multinasional memindahkan rantai pasok manufaktur ke Vietnam dibandingkan negara lain di Asia Tenggara," kata dia dikutip dari DW.
Vietnam juga berhasil memanfaatkan ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan China untuk menarik investasi asing langsung (FDI). Salah satu investasi terbesar datang dari Apple yang menanamkan modal lebih dari USD15 miliar dalam lima tahun terakhir untuk memperluas basis manufakturnya di negara tersebut.
Selain ditopang investasi asing, Vietnam memperkuat daya saing melalui ekspor dan integrasi rantai pasok global. Bank Dunia mencatat ekspor Vietnam melonjak lebih dari 15% sepanjang 2024 hingga 2025 dengan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) mencapai 7% dan 8% pada periode tersebut.
Sementara itu, Filipina menunjukkan pertumbuhan yang lebih merata melalui ekspansi lintas sektor industri. Dalam laporan "Running Uphill: Growth, Jobs, and the Quest for Productivity", Bank Dunia mencatat ekonomi Filipina tumbuh rata-rata 5,2% sepanjang 2010-2023 dan menciptakan lebih dari 11,7 juta lapangan kerja baru.
Analis Center for Strategic and International Studies (CSIS) Bich Tran menilai keberhasilan Vietnam tidak terlepas dari posisinya sebagai tujuan utama strategi global "China Plus One".
"Kedekatan geografis dan kemiripan budaya dengan China memudahkan perusahaan multinasional memindahkan rantai pasok manufaktur ke Vietnam dibandingkan negara lain di Asia Tenggara," kata dia dikutip dari DW.
Vietnam juga berhasil memanfaatkan ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan China untuk menarik investasi asing langsung (FDI). Salah satu investasi terbesar datang dari Apple yang menanamkan modal lebih dari USD15 miliar dalam lima tahun terakhir untuk memperluas basis manufakturnya di negara tersebut.
Selain ditopang investasi asing, Vietnam memperkuat daya saing melalui ekspor dan integrasi rantai pasok global. Bank Dunia mencatat ekspor Vietnam melonjak lebih dari 15% sepanjang 2024 hingga 2025 dengan pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) mencapai 7% dan 8% pada periode tersebut.
Sementara itu, Filipina menunjukkan pertumbuhan yang lebih merata melalui ekspansi lintas sektor industri. Dalam laporan "Running Uphill: Growth, Jobs, and the Quest for Productivity", Bank Dunia mencatat ekonomi Filipina tumbuh rata-rata 5,2% sepanjang 2010-2023 dan menciptakan lebih dari 11,7 juta lapangan kerja baru.
Lihat Juga :