Dulu Termiskin, Negara Kecil Ini Mendadak Jadi Raja Minyak Baru Akibat Perang Iran!
Senin, 06 Juli 2026 - 08:43 WIB
Direktur Eksekutif International Energy Agency (IEA), Fatih Birol bahkan secara blak-blakan menyebut krisis Selat Hormuz tengah menggambar ulang peta energi dunia. Dalam lanskap baru ini, Guyana bersama Brasil, Amerika Serikat, dan Norwegia muncul sebagai pemasok energi paling terpercaya di dunia.
CEO ExxonMobil, Darren Woods mengonfirmasi, bahwa paruh pertama tahun 2026 ini mencatatkan rekor produksi baru. Tiga proyek raksasa berikutnya yakni Uaru, Whiptail, dan Hammerhead sedang dalam tahap konstruksi untuk mengejar target ambisius 1,7 juta bpd pada tahun 2030.
Baca Juga: Negara-negara Kaya Minyak Seharusnya Bayar Pajak Iklim, Nilainya Capai Rp383,6 Triliun
Bagi pemerintah Guyana, sektor minyak menjelma menjadi mesin pencetak uang yang luar biasa. Tahun ini, pendapatan pemerintah Guyana diperkirakan meroket dengan mengantongi USD4,3 miliar (sekitar Rp76,6 triliun) dari sektor minyak, melonjak 67% dibanding tahun lalu.
Hujan Uang dari ExxonMobil dan Lonjakan Produksi
Proyek raksasa yang digawangi konsorsium pimpinan ExxonMobil di blok Stabroek terus menunjukkan angka yang fantastis. Setelah meresmikan proyek keempatnya, Yellowtail, kapasitas produksi Guyana kini telah menyentuh 900.000 barel per hari (bpd)—hampir menyentuh angka psikologis 1 juta barel.CEO ExxonMobil, Darren Woods mengonfirmasi, bahwa paruh pertama tahun 2026 ini mencatatkan rekor produksi baru. Tiga proyek raksasa berikutnya yakni Uaru, Whiptail, dan Hammerhead sedang dalam tahap konstruksi untuk mengejar target ambisius 1,7 juta bpd pada tahun 2030.
Baca Juga: Negara-negara Kaya Minyak Seharusnya Bayar Pajak Iklim, Nilainya Capai Rp383,6 Triliun
Bagi pemerintah Guyana, sektor minyak menjelma menjadi mesin pencetak uang yang luar biasa. Tahun ini, pendapatan pemerintah Guyana diperkirakan meroket dengan mengantongi USD4,3 miliar (sekitar Rp76,6 triliun) dari sektor minyak, melonjak 67% dibanding tahun lalu.
Lihat Juga :