Kapal Tanker Kembali Diserang di Selat Hormuz, Harga Minyak Langsung Terbang
Selasa, 07 Juli 2026 - 22:10 WIB
Di sisi lain, pasar masih menghadapi tekanan dari prospek bertambahnya pasokan minyak dunia. Saudi Aramco memangkas harga resmi penjualan (Official Selling Price/OSP) minyak Arab Light untuk pasar Asia sebesar USD1,10 per barel, menyusul keputusan negara-negara OPEC+ meningkatkan kuota produksi pada bulan depan.
Baca Juga: Seruan 'Bunuh Trump' Menggema dalam Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
Chief Executive Officer Infrastructure Capital Management LLC Jay Hatfield memperkirakan harga minyak berpotensi bergerak di kisaran USD60 per barel dalam satu bulan mendatang. Menurut dia, pemangkasan harga jual oleh Saudi mencerminkan perubahan kondisi pasar, sementara peningkatan produksi OPEC+ menunjukkan upaya negara-negara produsen memperbesar pendapatan melalui kenaikan volume penjualan.
Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang menghubungkan negara-negara produsen minyak di Teluk Persia dengan pasar global. Meski lalu lintas pelayaran mulai kembali dibuka secara bertahap, volume kapal yang melintas masih berada di bawah tingkat sebelum konflik sehingga perkembangan situasi keamanan di kawasan tersebut tetap menjadi perhatian pelaku pasar energi.
Baca Juga: Seruan 'Bunuh Trump' Menggema dalam Prosesi Pemakaman Ali Khamenei
Chief Executive Officer Infrastructure Capital Management LLC Jay Hatfield memperkirakan harga minyak berpotensi bergerak di kisaran USD60 per barel dalam satu bulan mendatang. Menurut dia, pemangkasan harga jual oleh Saudi mencerminkan perubahan kondisi pasar, sementara peningkatan produksi OPEC+ menunjukkan upaya negara-negara produsen memperbesar pendapatan melalui kenaikan volume penjualan.
Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang menghubungkan negara-negara produsen minyak di Teluk Persia dengan pasar global. Meski lalu lintas pelayaran mulai kembali dibuka secara bertahap, volume kapal yang melintas masih berada di bawah tingkat sebelum konflik sehingga perkembangan situasi keamanan di kawasan tersebut tetap menjadi perhatian pelaku pasar energi.
(nng)
Lihat Juga :