Dikebut, Pelabuhan Patimban 2020 Soft Launching Akhir Tahun Ini
Selasa, 22 September 2020 - 14:24 WIB
"Penentuan operator diharapkan bisa dipercepat di tahun ini, sehingga soft opening bisa dilakukan, soft launching di bulan November-Desember ini," ujarnya. Airlangga mengatakan bahwa kapasitas awal Pelabuhan Patimban sebesar 7,5 juta Teus. Namun kapasitas ini bisa ditingkatkan hingga dua kali lipat.
Sebagaimana arahan Presiden Jokowi, kata dia, Pelabuhan Patimban akan digunakan untuk ekspor automotif. Saat ini sentra automotif adalah di Bekasi, Karawang, dan Purwakarta.
(Baca Juga: Menhub Ungkap Dampak Positif Pelabuhan Internasional Patimban)
"Ekspor itu targetnya kita akan tingkatkan terus. Sedangkan produksi automotif bisa meningkat sampai 2 juta unit di tahun 2025. Dari itu mungkin ekspornya bisa kita dorong antara 30-40%. Kalau sekarang sekitar 20%. Kalau 40% dari 2 juta itu kan bisa mencapai sekitar 700-800 ribu. Sedangkan ekspor pada hari ini melalui Pelabuhan Tanjung Priok sekitar 200.000 kendaraan," paparnya.
Dia menambahkan, arahan presiden ini sinergi dengan investasi sektor automotif di dalam negeri. "Ada Hyundai yang sedang investasi, yang kapasitas produksinya 50% untuk ekspor. Sehingga tentu ini sangat tepat (dengan) waktu (selesainya) pelabuhan,” tuturnya.
Sebagaimana arahan Presiden Jokowi, kata dia, Pelabuhan Patimban akan digunakan untuk ekspor automotif. Saat ini sentra automotif adalah di Bekasi, Karawang, dan Purwakarta.
(Baca Juga: Menhub Ungkap Dampak Positif Pelabuhan Internasional Patimban)
"Ekspor itu targetnya kita akan tingkatkan terus. Sedangkan produksi automotif bisa meningkat sampai 2 juta unit di tahun 2025. Dari itu mungkin ekspornya bisa kita dorong antara 30-40%. Kalau sekarang sekitar 20%. Kalau 40% dari 2 juta itu kan bisa mencapai sekitar 700-800 ribu. Sedangkan ekspor pada hari ini melalui Pelabuhan Tanjung Priok sekitar 200.000 kendaraan," paparnya.
Dia menambahkan, arahan presiden ini sinergi dengan investasi sektor automotif di dalam negeri. "Ada Hyundai yang sedang investasi, yang kapasitas produksinya 50% untuk ekspor. Sehingga tentu ini sangat tepat (dengan) waktu (selesainya) pelabuhan,” tuturnya.
(fai)
Lihat Juga :