Bahlil Ancam Akan Tinjau RKAB Penambang yang Menolak Pakai B50

Kamis, 09 Juli 2026 - 18:01 WIB
Bahlil menilai, penggunaan B50 akan memberikan lebih banyak nilai tambah terhadap perekonomian lokal. Sebab lebih banyak menyerap tenaga kerja lokal, khususnya para petani sawit, penghematan devisa negara, hingga penurunan emisi gas buang yang dihasilkan oleh mesin kendaraan.

"Saya sudah bilang kalau kalian tidak pakai B50, RKAB saya tinjau, jadi supaya tidak ada alasan-alasan, ini pakai produk dalam negeri, jangan asing-asing terus, jadi mereka sudah komit," tambahnya.

Bahlil menjelaskan, B50 sebetulnya punya spesifikasi yang lebih baik ketimbang pendahulunya B40. Pertama mesin kendaraan bisa lebih efisien dan lebih tahan lama untuk melakukan perawatan karena kandungan kadar air B50 lebih sedikit ketimbang B40.

"Kalau B40 itu filter kendaraan diganti sekitar 10-20 ribu Km, nah B50 itu ada yang 40 ribu Km belum diganti filternya," kata Bahlil.

Disamping itu B50 juga akan lebih menguntungkan para petani sawit, sebab kebutuhan CPO meningkat dari sebelumnya 15,2 juta ton per tahun untuk B40, menjadi 16,3 juta ton untuk memenuhi permintaan produksi B50. "Sehingga bisa membantu memberikan kepastian pasar bagi petani sawit, jadi kalau pengusaha kita misal CPO di luar rendah, ya sudah sebagian kita bangun hilirisasi B50, supaya petani naik," kata Bahlil.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!