Airlangga Sebut B50 Bakal Hemat Devisa hingga Rp177 Triliun
Jum'at, 10 Juli 2026 - 22:07 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam KADIN Diplomatic Economic Breakfast, Jumat (10/7/2026). FOTO/Anggie Ariesta
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut implementasi program mandatori biodiesel 50% atau B50 mampu membawa dampak masif bagi ketahanan energi nasional.
Menurut Airlangga, kebijakan tersebut diproyeksikan membuat Indonesia mandiri dari ketergantungan pasokan luar negeri serta menghemat devisa negara hingga mencapai Rp177 triliun karena pemerintah tidak perlu lagi melakukan impor bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.
"Kemarin Bapak Presiden (Prabowo Subianto) meluncurkan program mandatory B50. Itu menunjukkan bahwa Indonesia bisa punya kekuatan sendiri. Kini kita tidak perlu impor solar lagi dan bisa menghemat devisa hingga USD177 miliar," tegas Airlangga usai KADIN Diplomatic Economic Breakfast, Jumat (10/7/2026).
Baca Juga: Rupiah Tembus Rp18.000 Lagi, Airlangga Tegaskan Fundamental Ekonomi Masih Kuat
Selain memperkuat struktur fiskal dan neraca perdagangan domestik, Airlangga menambahkan bahwa diversifikasi ke bahan bakar nabati tersebut menjadi lompatan besar bagi pemenuhan komitmen hijau Indonesia di kancah global melalui reduksi emisi karbon secara signifikan. "B50 juga berkontribusi terhadap net zero emission 44 juta ton CO2 setara," ungkap Airlangga.
Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan penggunaan komersial BBM solar dengan bauran minyak sawit sebesar 50 persen ini pada Kamis (9/7/2026) di SPBU Pertamina, Rest Area KM 57, Koridor Tol Jakarta–Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Menurut Airlangga, kebijakan tersebut diproyeksikan membuat Indonesia mandiri dari ketergantungan pasokan luar negeri serta menghemat devisa negara hingga mencapai Rp177 triliun karena pemerintah tidak perlu lagi melakukan impor bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.
"Kemarin Bapak Presiden (Prabowo Subianto) meluncurkan program mandatory B50. Itu menunjukkan bahwa Indonesia bisa punya kekuatan sendiri. Kini kita tidak perlu impor solar lagi dan bisa menghemat devisa hingga USD177 miliar," tegas Airlangga usai KADIN Diplomatic Economic Breakfast, Jumat (10/7/2026).
Baca Juga: Rupiah Tembus Rp18.000 Lagi, Airlangga Tegaskan Fundamental Ekonomi Masih Kuat
Selain memperkuat struktur fiskal dan neraca perdagangan domestik, Airlangga menambahkan bahwa diversifikasi ke bahan bakar nabati tersebut menjadi lompatan besar bagi pemenuhan komitmen hijau Indonesia di kancah global melalui reduksi emisi karbon secara signifikan. "B50 juga berkontribusi terhadap net zero emission 44 juta ton CO2 setara," ungkap Airlangga.
Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan penggunaan komersial BBM solar dengan bauran minyak sawit sebesar 50 persen ini pada Kamis (9/7/2026) di SPBU Pertamina, Rest Area KM 57, Koridor Tol Jakarta–Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Lihat Juga :