Airlangga Sebut B50 Bakal Hemat Devisa hingga Rp177 Triliun
Jum'at, 10 Juli 2026 - 22:07 WIB
Akselerasi ini menandai peningkatan pemanfaatan bahan bakar berbasis Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dari yang sebelumnya dipatok sebesar 40 persen atau B40 yang telah diimplementasikan pemerintah sejak awal tahun 2025 lalu.
Berdasarkan data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), kebutuhan biodiesel atau Fatty Acid Methyl Ester (FAME) untuk B50 ini naik menjadi 16,7-18 juta kilo liter, dari kebutuhan sebelumnya saat B40 yang sebesar 14,9 juta kiloliter (kl).
Baca Juga: Prabowo Sentil Pihak yang Tolak B50, Ungkap Mereka Ambil Komisi Impor BBM
Sementara dari sisi kebutuhan minyak sawit (crude palm oil/PO) naik menjadi 15,2-16,3 juta ton saat B50, dari sebelumnya13,6 juta ton pada saat B40. Dari sisi penurunan emisi gas rumah kaca, penerapan B50 akan menurunkan emisi CO2 sebesar 44,46 juta ton CO2, dari 39,66 juta ton CO2 pada saat B40.
Berdasarkan data dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), kebutuhan biodiesel atau Fatty Acid Methyl Ester (FAME) untuk B50 ini naik menjadi 16,7-18 juta kilo liter, dari kebutuhan sebelumnya saat B40 yang sebesar 14,9 juta kiloliter (kl).
Baca Juga: Prabowo Sentil Pihak yang Tolak B50, Ungkap Mereka Ambil Komisi Impor BBM
Sementara dari sisi kebutuhan minyak sawit (crude palm oil/PO) naik menjadi 15,2-16,3 juta ton saat B50, dari sebelumnya13,6 juta ton pada saat B40. Dari sisi penurunan emisi gas rumah kaca, penerapan B50 akan menurunkan emisi CO2 sebesar 44,46 juta ton CO2, dari 39,66 juta ton CO2 pada saat B40.
(nng)
Lihat Juga :