Usai Hengkang dari OPEC, Produksi Minyak UEA Cetak Rekor Tembus 4,1 Juta Barel per Hari

Sabtu, 11 Juli 2026 - 07:55 WIB
Peningkatan produksi di tengah pasar yang bergejolak tersebut sempat membantu meredam harga minyak dunia, menggusur kekhawatiran kelangkaan pasokan menjadi tanda-tanda kelebihan pasokan di beberapa kawasan utama, sekaligus menghapus sebagian besar kenaikan harga minyak mentah yang terjadi pada masa perang. Brent, acuan minyak global, sempat menyentuh USD80 per barel pada awal pekan turun ke bawah USD76 per barel pada akhir pekan.

Namun, gambaran pemulihan menjadi kabur ketika Presiden AS Donald Trump menyatakan gencatan senjata dengan Iran secara efektif batal setelah kedua pihak kembali saling serang di Teluk Persia. Pasukan AS melancarkan serangan ke Iran selama dua hari berturut-turut, sementara Teheran dilaporkan menembaki Bahrain dan Kuwait.

Meskipun UEA memimpin, negara-negara penghasil utama Teluk lainnya juga meningkatkan produksi pada Juni meskipun masih di bawah level sebelum perang. Arab Saudi memompa 7,3 juta bph, naik 900.000 bph dari bulan sebelumnya, sementara Kuwait meningkatkan produksi menjadi rata-rata 1,4 juta bph dan Irak menjadi 2 juta bph.

Di sisi lain, aktivitas kilang di kawasan Teluk merespons lebih lambat dibandingkan produksi minyak mentah, dengan ekspor produk olahan masih kurang dari separuh volume sebelum konflik, menurut analisis IEA. Situasi ini menambah dinamika baru bagi pasar energi global yang masih membayangi ketidakpastian keamanan dan pasokan di kawasan Timur Tengah.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!