Pertamina Patra Niaga Kawal B50, Pakar Ekonomi: Solusi Cerdas Tekan Impor Minyak

Sabtu, 11 Juli 2026 - 17:54 WIB
Ia menilai kebijakan B50 semakin relevan di tengah lonjakan harga minyak mentah dunia yang dipicu konflik geopolitik, termasuk di kawasan Timur Tengah. Dalam kondisi tersebut, ketergantungan terhadap impor minyak dinilai berisiko meningkatkan beban subsidi energi dan tekanan terhadap APBN.

"Kalau kita bisa lebih mandiri dengan menggunakan bahan bakar berbasis kelapa sawit atau CPO, tentunya akan menekan beban tersebut karena ketergantungan terhadap minyak dunia menjadi lebih rendah," ujarnya.

Meski demikian, Noval mengingatkan pemerintah agar menjaga keseimbangan pasokan CPO antara kebutuhan industri biodiesel dan industri pangan. Menurutnya, CPO juga merupakan bahan baku utama minyak goreng sehingga peningkatan permintaan dari sektor energi berpotensi memicu kenaikan harga apabila tidak diantisipasi dengan baik.

"Jangan sampai terjadi perebutan bahan baku antara sektor minyak goreng dengan biodiesel karena bisa membuat harga CPO naik dan berdampak pada inflasi. Pemerintah harus menjaga keseimbangan ini karena minyak goreng merupakan kebutuhan pokok masyarakat," katanya.

Selain potensi tekanan inflasi, Noval juga mengingatkan adanya potensi biaya tersembunyi (hidden cost) berupa dampak sosial maupun ketimpangan antarsektor apabila implementasi kebijakan tidak didukung tata kelola yang baik. Karena itu, pemerintah perlu memastikan regulasi yang jelas, adil, dan berbasis kajian akademis agar transisi menuju penggunaan B50 berjalan efektif.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!