Dirut PTPN I Beberkan Lima Pilar Industri Perkebunan

Sabtu, 11 Juli 2026 - 19:35 WIB
Soal GCG, seluruh proses bisnis PTPN I harus dijalankan secara transparan, akuntabel, profesional, serta menjunjung tinggi kepatuhan terhadap regulasi. Penguatan manajemen risiko, adalah benteng terkuat untuk menjaga keamanan aset dari risiko bias.

"Perusahaan yang kuat bukan hanya mampu menghasilkan keuntungan, tetapi juga memiliki kemampuan mengelola risiko secara terukur sehingga tetap tumbuh secara berkelanjutan di tengah berbagai tantangan global," tegas Rivai.

Soal digitalisasi, bukan sekadar penggunaan teknologi, melainkan perubahan budaya kerja yang mengedepankan efisiensi, kecepatan, akurasi, dan pengambilan keputusan berbasis data. Terkait pilar keempat, optimalisasi aset negara menegaskan bahwa seluruh aset yang dikelola PTPN I diarahkan untuk menghasilkan produktivitas dan nilai ekonomi yang maksimal.

Sementara itu pilar kelima, menurut Abdul Rivai Ras, keberhasilan transformasi perusahaan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang erat dengan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, regulator, DPR, aparat penegak hukum, akademisi, dunia usaha, hingga masyarakat.

“Transformasi bukanlah pekerjaan satu orang atau satu institusi. Ini adalah gerakan bersama untuk membangun PTPN I menjadi perusahaan agribisnis nasional," pungkas Abdul Rivai Ras.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!