Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya

Minggu, 12 Juli 2026 - 10:15 WIB
Dampak nyata dari kecamuk perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran akhirnya benar-benar terkuak. Pekan ini emiten-emiten raksasa di kawasan Teluk Arab, mulai merilis laporan keuangan Kuartal II-2026. Foto/Dok
JAKARTA - Dampak nyata dari kecamuk perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran akhirnya benar-benar terkuak. Pekan ini emiten-emiten raksasa di kawasan Teluk Arab , mulai dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA), Oman, hingga Qatar bakal merilis laporan keuangan kuartal II-2026 mereka.

Hasilnya? pasar keuangan dibuat terkejut. Perang Iran ternyata memberikan 'nasib belang' yang timpang. Sementara beberapa sektor bisnis dilaporkan babak belur terhantam inflasi dan pemblokiran jalur laut imbas tutupnya Selat Hormuz.



Sektor lainnya justru mendadak meraup cuan raksasa akibat volatilitas harga komoditas dan perubahan gaya hidup masyarakat.

Geografi Penentu Nasib: Mengapa Arab Saudi Berjaya, tapi Dubai Menciut?

Berdasarkan analisis para pakar makro, nasib ekonomi negara-negara Arab saat ini sangat bergantung pada satu titik rawan yakni Selat Hormuz. Negara yang memiliki jalur alternatif di luar selat tersebut mencatatkan kinerja gemilang.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!