Nasib Belang Gurita Bisnis Arab di Tengah Perang: Ada yang Boncos hingga Mendadak Kaya

Minggu, 12 Juli 2026 - 10:15 WIB
Baca Juga: Daftar Teratas Keluarga Arab Terkaya di 2026, Dinasti Asal UEA Punya Harta Rp296,3 Triliun

Arab Saudi misalnya, yang memiliki terminal minyak cadangan di sepanjang Laut Merah, diproyeksikan oleh HSBC tetap tumbuh 2,1% tahun ini. Begitu pula dengan bursa saham Oman yang lokasinya berada di luar jangkauan blokade Selat Hormuz, dilaporkan sukses mencetak kinerja di luar dugaan (outperformed).

Sebaliknya negara-negara yang nasib logistiknya 100% bergantung pada Selat Hormuz seperti UEA, Qatar, dan Kuwait harus bersiap menghadapi kontraksi ekonomi akibat terhentinya lalu lintas kapal tanker selama berbulan-bulan.

Daftar Sektor Bisnis yang Panen Cuan di Tengah Perang

Di balik puing-puing ketegangan geopolitik, ada dua sektor utama yang terbukti kebal peluru dan bahkan meraup untung besar. Sebut saja sektor energi (minyak dan gas), meskipun sempat menghadapi gangguan pasokan, meroketnya harga minyak mentah Brent hingga rata-rata USD114 per barel pada kuartal kedua berhasil menutupi kerugian volume operasional mereka.

Lalu ada sektor telekomunikasi, raksasa digital seperti STC dan Mobily (Arab Saudi) serta e& (UEA) tetap kokoh karena permintaan kuota data internet masyarakat tidak fleksibel dan terikat kontrak jangka panjang. Baca Juga: Mengapa Negara-negara Arab Khawatir Kesepakatan Iran Jadi Titik Balik yang Membawa Bencana?
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!