Hadapi Ancaman El Nino 2026, Pekebun Sawit Wajo Dilatih Strategi Adaptasi Cuaca Ekstrem

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:32 WIB
Guna mengantisipasi kekeringan, para pekebun didorong untuk menerapkan teknik konservasi air secara mandiri di lahan mereka melalui pembuatan embung, rorak, dan parit buntu. Selain itu, pemanfaatan bahan organik dari pelepah sawit juga digalakkan agar tanah memiliki kemampuan menyimpan air lebih lama dan menjaga pasokan nutrisi tanaman.

Upaya peningkatan kapasitas ini merupakan bagian dari program nasional berskala besar yang didukung penuh oleh pemerintah. Pada tahun ini, BPDP bersama Kementerian Pertanian menargetkan sebanyak 15.900 pekebun di seluruh Indonesia untuk mengikuti pelatihan serupa melalui 530 kelas dengan alokasi anggaran mencapai hampir Rp250 miliar.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan, Nurul Fitriany Alimuddin, menambahkan bahwa penguatan kompetensi ini sangat krusial untuk mendongkrak daya saing sawit rakyat. Tercatat sejak 2022 hingga 2026, BPDP telah melatih 1.681 pekebun di Sulawesi Selatan, di mana 459 orang di antaranya berasal dari Kabupaten Wajo pada periode 2025–2026.

Menurut Nurul, tantangan utama yang dihadapi para pekebun di Kabupaten Wajo saat ini masih berkutat pada aspek budidaya, khususnya mengenai pentingnya penggunaan bibit unggul bersertifikat. Melalui pelatihan ini, kesadaran pekebun diharapkan meningkat karena kualitas bibit akan sangat memengaruhi rendemen minyak dan kualitas Tandan Buah Segar (TBS) yang dihasilkan.

Lebih lanjut, data peserta dan kondisi riil kebun yang dihimpun selama pelatihan ini nantinya akan dijadikan acuan oleh pemerintah daerah dalam menyusun program lanjutan. Rencana strategis tersebut mencakup usulan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) serta penyaluran bantuan sarana dan prasarana pertanian yang lebih tepat sasaran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!