Bukan Cuma Harga Minyak, Tata Kelola APBN yang Buruk Jadi Biang Kerok Lemahnya Rupiah
Jum'at, 17 Juli 2026 - 14:30 WIB
Baca Juga: Rupiah Tembus Rp18.000 Lagi, Airlangga Tegaskan Fundamental Ekonomi Masih Kuat
Menurut Nailul, stabilitas rupiah ke depan akan sangat bergantung pada disiplin pemerintah menjaga postur APBN, terutama pada semester II 2026 saat belanja negara diperkirakan meningkat kembali. Ia mengingatkan bahwa defisit anggaran merupakan salah satu indikator utama yang diperhatikan investor internasional dalam menilai kesehatan fiskal Indonesia.
Pada perdagangan pasar spot, Jumat, nilai tukar rupiah dibuka di level Rp17.982 per dolar AS, sementara harga minyak mentah dunia berada di kisaran USD85 per barel setelah sebelumnya sempat menyentuh USD100 per barel. Di tengah perbaikan sentimen global tersebut, para ekonom menilai penguatan rupiah tetap membutuhkan dukungan kebijakan fiskal yang disiplin dan konsisten agar kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia tetap terjaga.
Menurut Nailul, stabilitas rupiah ke depan akan sangat bergantung pada disiplin pemerintah menjaga postur APBN, terutama pada semester II 2026 saat belanja negara diperkirakan meningkat kembali. Ia mengingatkan bahwa defisit anggaran merupakan salah satu indikator utama yang diperhatikan investor internasional dalam menilai kesehatan fiskal Indonesia.
Pada perdagangan pasar spot, Jumat, nilai tukar rupiah dibuka di level Rp17.982 per dolar AS, sementara harga minyak mentah dunia berada di kisaran USD85 per barel setelah sebelumnya sempat menyentuh USD100 per barel. Di tengah perbaikan sentimen global tersebut, para ekonom menilai penguatan rupiah tetap membutuhkan dukungan kebijakan fiskal yang disiplin dan konsisten agar kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia tetap terjaga.
(nng)
Lihat Juga :