Biaya Nongkrong Kian Mahal, Bikin Orang Enggan Bertemu

Minggu, 19 Juli 2026 - 09:28 WIB
Lonjakan biaya hidup memunculkan fenomena baru yang dikenal sebagai friendflation. FOTO/Asia Business Daily
SEOUL - Lonjakan biaya hidup memunculkan fenomena baru yang dikenal sebagai friendflation, yakni kondisi ketika seseorang mulai mengurangi frekuensi bertemu teman karena tingginya biaya makan, transportasi, hingga aktivitas hiburan. Fenomena ini dilaporkan terjadi di sejumlah negara, seperti Amerika Serikat, Inggris, Australia, India dan Korea Selatan.

Berdasarkan hasil survei yang dirilis AlbaCheonguk, sebanyak 93% responden mengaku merasa terbebani dengan biaya untuk bertemu atau berkumpul bersama teman akibat kenaikan harga, dan hampir separuh di antaranya mengatakan beban tersebut sering mereka rasakan. Demikian hasil survei platform pencarian kerja tersebut terhadap 601 responden Generasi Z yang dirilis pada 10 Juli 2026, dikutip dari Asia Business Daily, Minggu (19/7).



Baca Juga: Krisis Selat Hormuz, Bos IEA Wanti-wanti Ekonomi Global dalam Bahaya

Survei tersebut menunjukkan tekanan ekonomi mulai mengubah pola pergaulan generasi muda. Sebanyak 71,2% responden mengaku mengurangi pengeluaran untuk aktivitas bersama teman dalam satu tahun terakhir. Dari jumlah itu, 83,9% memilih mengurangi frekuensi pertemuan sebagai cara menghemat pengeluaran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!