Duh! Pemerintah Tambah Sempoyongan Nanggung Beban Utang

Selasa, 22 September 2020 - 18:54 WIB
Defisit semakin lebar akan diikuti peningkatan beban utang yang semakin tinggi. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memproyeksikan defisit anggaran bakal terus melebar . Adapun defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun ini diperkirakan mencapai Rp1.039,2 triliun atau meningkat 6,34% dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu Luky Alfirman mengatakan dengan pelebaran defisit ini akan diikuti peningkatan penambahan beban utang negara. Dengan demikian, tanggungan pemerintah terhadap beban utang bakal makin meningkat.



"Dengan ada pandemi ini defisit 6,34%, kemungkinan melebar lagi. Kita akan monitor seperti apa," ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kemenkeu Luky Alfirman dalam video virtual, Selasa (22/9/2020).Baca Juga: Target Pajak Meleset, Pendapatan Negara Tekor 13%

Dia menambahkan pemerintah akan mengambil langkah agar beban utang tersebut tidak terlalu besar di masa mendatang. Salah satunya, melalui kerja sama dengan Bank Indonesia (BI). Saat ini pemerintah sudah menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) untuk skema berbagi beban (burden sharing), khususnya dalam pembiayaan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!