IHSG Pekan Ini Berpeluang ke Level 6.380, Musim Laporan Keuangan Emiten Jadi Motor Penggerak
Senin, 20 Juli 2026 - 07:46 WIB
Momentum penguatan terpantau membaik dengan dominasi tekanan beli yang mulai mengungguli tekanan jual. Meski demikian, IHSG saat ini menghadapi area penting karena berhadapan langsung dengan titik resistance MA50 di level 6.190.
Baca Juga: Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos dalam Sepekan saat IHSG Melejit 4,42 Persen
Level ini menjadi penentu apakah penguatan indeks hanya bersifat pemulihan sementara (technical rebound) atau mampu berlanjut menjadi pembalikan tren (trend reversal) ke arah penguatan jangka pendek. “Apabila level 6.190 berhasil dilewati dengan volume transaksi yang meningkat, peluang IHSG untuk melanjutkan rally menuju area 6.380 akan semakin besar,” ujar Imam.
Sebaliknya, jika IHSG gagal menembus level 6.190, terdapat risiko terjadinya aksi ambil untung (profit taking). Jika skenario penurunan ini terjadi, area 6.085 akan menjadi bantalan support pertama, disusul classic support kedua di level 5.987 jika tekanan jual kembali meningkat.
IHSG sendiri mencatatkan performa solid sepanjang pekan lalu dengan melonjak 4,24%. Penguatan mingguan terbesar dalam beberapa bulan terakhir ini disokong oleh melandainya inflasi AS serta keputusan S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat utang (sovereign credit rating) Indonesia pada level BBB dengan prospek stabil.
Sisi fundamental dalam negeri juga diperkuat oleh ketahanan realisasi Investasi Asing Langsung (Foreign Direct Investment/FDI) pada kuartal II 2026 yang menorehkan rekor tertinggi sejarah sebesar Rp257,7 triliun, atau tumbuh 27,4% secara tahunan (YoY).
Baca Juga: Daftar Saham Paling Cuan hingga Boncos dalam Sepekan saat IHSG Melejit 4,42 Persen
Level ini menjadi penentu apakah penguatan indeks hanya bersifat pemulihan sementara (technical rebound) atau mampu berlanjut menjadi pembalikan tren (trend reversal) ke arah penguatan jangka pendek. “Apabila level 6.190 berhasil dilewati dengan volume transaksi yang meningkat, peluang IHSG untuk melanjutkan rally menuju area 6.380 akan semakin besar,” ujar Imam.
Sebaliknya, jika IHSG gagal menembus level 6.190, terdapat risiko terjadinya aksi ambil untung (profit taking). Jika skenario penurunan ini terjadi, area 6.085 akan menjadi bantalan support pertama, disusul classic support kedua di level 5.987 jika tekanan jual kembali meningkat.
IHSG sendiri mencatatkan performa solid sepanjang pekan lalu dengan melonjak 4,24%. Penguatan mingguan terbesar dalam beberapa bulan terakhir ini disokong oleh melandainya inflasi AS serta keputusan S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat utang (sovereign credit rating) Indonesia pada level BBB dengan prospek stabil.
Sisi fundamental dalam negeri juga diperkuat oleh ketahanan realisasi Investasi Asing Langsung (Foreign Direct Investment/FDI) pada kuartal II 2026 yang menorehkan rekor tertinggi sejarah sebesar Rp257,7 triliun, atau tumbuh 27,4% secara tahunan (YoY).
Lihat Juga :