Laba Bank Mandiri Naik 25% Jadi Rp28,5 Triliun di Semester I-2026

Kamis, 23 Juli 2026 - 18:05 WIB
Dari sisi intermediasi, Bank Mandiri menyalurkan kredit sebesar Rp1.591 triliun hingga Juni 2026 atau tumbuh 19,9% secara tahunan. Perseroan menyebut laju pertumbuhan kredit tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan pertumbuhan industri perbankan pada periode yang sama.

Kualitas aset juga terus membaik. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) gross turun menjadi 0,98% dari 1,08% pada semester I 2025, mencerminkan pengelolaan risiko kredit yang semakin efektif.

Baca Juga: Bank Mandiri Cetak Laba Rp15,4 Triliun di Kuartal I 2026, Kucurkan Kredit Rp1.530 T

Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun Bank Mandiri mencapai Rp1.710,03 triliun hingga akhir Juni 2026, meningkat 17,1% dibandingkan Rp1.459,87 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, marjin bunga bersih (net interest margin/NIM) tercatat menurun menjadi 4,37% dari 4,63% pada semester I 2025. Meski demikian, tingkat efisiensi perseroan membaik yang tercermin dari rasio biaya operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) yang turun menjadi 57,6% dari sebelumnya 63,8%, sehingga menopang kinerja keuangan Bank Mandiri sepanjang paruh pertama tahun ini.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!