Kendalikan Konsumsi BBM Subsidi saat Harga Minyak Dunia Mendidih, Purbaya Sebut Kuota Tetap
Jum'at, 24 Juli 2026 - 15:55 WIB
Menkeu Purbaya menyampaikan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah memperketat penyaluran agar BBM bersubsidi dapat disalurkan secara tepat sasaran, sehingga volume konsumsinya dapat terkendali. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, bahwa pemerintah tidak merencanakan penambahan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi usai bertemu dengan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri. Purbaya menyampaikan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah memperketat penyaluran agar BBM bersubsidi dapat disalurkan secara tepat sasaran, sehingga volume konsumsinya dapat terkendali.
"Tidak. Yang kita pastikan subsidi tepat sasaran sehingga bisa terkendali volumenya. Nanti kita tunggu, Pertamina mau ngusulin apa, hal-hal yang lain, saya akan lihat nanti," kata Purbaya saat ditemui di kawasan Kemenkeu, Jumat (24/7/2026).
Merespons lonjakan harga minyak dunia yang sempat menyentuh level USD100 per barel, Purbaya memastikan kondisi keuangan negara masih dalam level aman. Menurutnya, postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sejak awal telah dirancang dengan mengantisipasi potensi kenaikan harga tersebut.
Baca Juga: Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
"Tidak. Yang kita pastikan subsidi tepat sasaran sehingga bisa terkendali volumenya. Nanti kita tunggu, Pertamina mau ngusulin apa, hal-hal yang lain, saya akan lihat nanti," kata Purbaya saat ditemui di kawasan Kemenkeu, Jumat (24/7/2026).
Merespons lonjakan harga minyak dunia yang sempat menyentuh level USD100 per barel, Purbaya memastikan kondisi keuangan negara masih dalam level aman. Menurutnya, postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sejak awal telah dirancang dengan mengantisipasi potensi kenaikan harga tersebut.
Baca Juga: Bahlil Jamin Harga BBM Pertalite dan LPG 3 Kg Tidak Naik
Lihat Juga :