Ekonomi Restoratif Digagas Jadi Jembatan Pembangunan Hijau Berkelanjutan
Sabtu, 25 Juli 2026 - 18:39 WIB
Dialog tersebut dirangkai dengan pemutaran film dokumenter yang mengangkat praktik pemulihan ekosistem di empat daerah, yakni Siak (Riau), Tamanmartani di Kabupaten Sleman (Yogyakarta), Sigi (Sulawesi Tengah), dan Tampelas di Kabupaten Katingan (Kalimantan Tengah). Forum itu mempertemukan pemerintah, pelaku usaha, sektor keuangan, akademisi, organisasi masyarakat sipil, serta media untuk membahas pengembangan ekonomi berbasis alam.
The PRAKARSA menilai ekonomi restoratif menjadi semakin penting di tengah tantangan degradasi hutan, lahan gambut, dan ekosistem produktif lainnya. Pendekatan tersebut juga dinilai dapat mendukung pencapaian target pembangunan rendah karbon dan komitmen Indonesia menuju FOLU Net Sink 2030 melalui penguatan insentif ekonomi, akses pasar, kelembagaan, dan pembiayaan bagi masyarakat.
Baca Juga: SMA 1 Gresik Raih Adiwiyata, Menteri Jumhur: Jatim Ranking 1 Jaga Lingkungan
Koordinator Forum Kemitraan Multipihak Sigi Hijau Muhammad Jauhari mengatakan masyarakat di Kabupaten Sigi menjaga kawasan hutan karena menjadi sumber utama ketersediaan air bagi sektor pertanian yang menopang kehidupan warga. Menurut dia, menjaga hutan berarti menjaga keberlanjutan aktivitas ekonomi sekaligus ketahanan pangan masyarakat.
Sekitar 100 peserta dari unsur pemerintah pusat dan daerah, sektor keuangan, industri, filantropi, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan media mengikuti forum tersebut. The PRAKARSA berharap kegiatan itu menjadi langkah awal memperkuat kolaborasi, investasi, dukungan regulasi, dan pembiayaan bagi inisiatif ekonomi restoratif guna mewujudkan pembangunan yang selaras dengan perlindungan lingkungan.
The PRAKARSA menilai ekonomi restoratif menjadi semakin penting di tengah tantangan degradasi hutan, lahan gambut, dan ekosistem produktif lainnya. Pendekatan tersebut juga dinilai dapat mendukung pencapaian target pembangunan rendah karbon dan komitmen Indonesia menuju FOLU Net Sink 2030 melalui penguatan insentif ekonomi, akses pasar, kelembagaan, dan pembiayaan bagi masyarakat.
Baca Juga: SMA 1 Gresik Raih Adiwiyata, Menteri Jumhur: Jatim Ranking 1 Jaga Lingkungan
Koordinator Forum Kemitraan Multipihak Sigi Hijau Muhammad Jauhari mengatakan masyarakat di Kabupaten Sigi menjaga kawasan hutan karena menjadi sumber utama ketersediaan air bagi sektor pertanian yang menopang kehidupan warga. Menurut dia, menjaga hutan berarti menjaga keberlanjutan aktivitas ekonomi sekaligus ketahanan pangan masyarakat.
Sekitar 100 peserta dari unsur pemerintah pusat dan daerah, sektor keuangan, industri, filantropi, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan media mengikuti forum tersebut. The PRAKARSA berharap kegiatan itu menjadi langkah awal memperkuat kolaborasi, investasi, dukungan regulasi, dan pembiayaan bagi inisiatif ekonomi restoratif guna mewujudkan pembangunan yang selaras dengan perlindungan lingkungan.
(nng)
Lihat Juga :