Musk Peringatkan Bahaya Utang AS, Pajak Miliarder Tak Akan Cukup Hapus Defisit

Minggu, 26 Juli 2026 - 22:01 WIB
Yakni memotong pengeluaran, memicu pertumbuhan ekonomi, memperluas basis pajak ke seluruh rakyat, atau mencetak uang yang memicu inflasi tinggi.

Bayar Pajak Rp160 Triliun Tetap Tak Cukup Selesaikan Masalah

Musk juga menunjuk rekam jejak pembayaran pajaknya sendiri untuk membuktikan betapa masifnya ketimpangan antara pajak individu dan belanja pemerintah. Rekor pajak pribadi, Musk pernah membayar lebih dari USD10 miliar (sekitar Rp160 triliun) dalam satu tahun pajak, untuk menjadi rekor tertinggi bagi individu sepanjang sejarah.

Lalu persentase pajak ekstrem, eksekusi dan penjualan opsi saham membuat kombinasi tarif pajak federal dan negara bagian miliknya mencapai sekitar 45%. Belum termasuk pajak warisan sebesar 40% saat ia meninggal kelak. Selanjutnya proyeksi kumulatif, Musk memperkirakan secara total ia akan membayar triliunan dolar dalam bentuk pajak sepanjang hidupnya.

Namun, Musk menekankan bahwa pembayaran pajak sebesar apa pun dari konglomerat secara individual tidak akan sanggup mengubah krisis fiskal Amerika jika pemerintah tidak menghentikan kebiasaan menumpuk defisit anggaran tahunan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!