BPDP dan RPN Dorong UMKM Jadi Penggerak Hilirisasi Pangan Berbasis Sawit

Senin, 27 Juli 2026 - 19:43 WIB
BPDP bersama PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) mendorong UMKM menjadi motor penggerak hilirisasi produk pangan berbasis minyak sawit. FOTO/dok.SindoNews
JAKARTA - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN) mendorong usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi motor penggerak hilirisasi produk pangan berbasis minyak sawit melalui penguatan kapasitas, transfer teknologi, dan pemanfaatan hasil riset. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas sawit sekaligus memperluas manfaat ekonominya bagi masyarakat.

"Kelapa sawit memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi berbagai produk pangan bernilai tambah tinggi. Melalui workshop ini kami ingin memastikan bahwa hasil-hasil riset tidak berhenti di laboratorium, tetapi dapat diimplementasikan oleh masyarakat dan UMKM menjadi peluang usaha yang nyata," ujar Kepala Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Winarna dalam keterangan pers, Senin (27/7/2026).



Baca Juga: AKPY, BPDP dan Ditjenbun Perkuat Kompetensi Pekebun Sawit di Wajo

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Workshop Pangan Sehat Berbasis Minyak Sawit yang didukung BPDP dan diselenggarakan PT RPN melalui PPKS pada 22-23 Juli 2026 di Medan. Kegiatan ini diikuti 46 pelaku UMKM dari Kota Medan dan sekitarnya sebagai upaya mempercepat adopsi inovasi hasil penelitian ke dalam dunia usaha.

Selama dua hari, peserta memperoleh pembekalan mengenai pemanfaatan minyak sawit sebagai bahan baku pangan sehat, pengembangan produk, perizinan pangan, strategi membangun merek, hingga pemasaran digital. Workshop juga menghadirkan peneliti PPKS, akademisi Universitas Sumatera Utara, praktisi bisnis, serta narasumber dari berbagai instansi untuk membahas peluang hilirisasi sawit dari sisi teknologi, inovasi, dan pengembangan pasar.

Materi yang diberikan meliputi pemanfaatan berbagai produk turunan sawit, seperti minyak makan merah, margarin, shortening, dan cocoa butter substitute (CBS), sebagai bahan baku produk pangan bernilai tambah. Peserta juga diajak mengunjungi Galeri Riset Sawit dan mengikuti demonstrasi pemanfaatan minyak sawit padat serta minyak makan merah di Oil Palm Education Center (OPEC) PPKS sebagai bagian dari transfer teknologi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!