Aktivitas Trading Token Berbasis Saham AS Tumbuh di Kuartal II 2026

Selasa, 28 Juli 2026 - 17:29 WIB
"Investor tidak lagi sekadar mengejar satu nama populer, melainkan mulai memanfaatkan tokenisasi untuk mendapatkan eksposur yang lebih terdiversifikasi terhadap pasar saham Amerika Serikat secara keseluruhan. Ke depan, PINTU akan terus memperluas pilihan instrumen tertokenisasi berbasis indeks agar semakin banyak investor Indonesia bisa mengakses strategi diversifikasi aset global ini dengan modal yang terjangkau,” ujar Andy.

Di luar tren ETF, token berbasis saham teknologi Amerika Serikat turut mencatat pertumbuhan yang mencolok. Token berbasis saham Apple (AAPLX) tercatat sebagai salah satu aset dengan pertumbuhan volume trading tertinggi pada kuartal ini, naik lebih dari dua kali lipat dibandingkan kuartal sebelumnya.

Selain Apple, sejumlah aset token lain turut mencatat kenaikan volume trading dua digit, di antaranya yang berbasis saham Circle (CRCLX, +60%), Microsoft (MSFTX, +39%), dan token berbasis komoditas logam perak (tokenized silver) yang juga naik 39%.

Sebaran pertumbuhan pada aset-aset lintas sektor ini mulai dari token berbasis saham teknologi, aset crypto-native, hingga komoditas logam mulia menunjukkan bahwa minat investor terhadap RWA di aplikasi PINTU tidak terpusat pada satu jenis aset saja, melainkan meluas ke berbagai kelas aset yang tersedia dalam bentuk token.

“Tren kuartal ini menegaskan bahwa ketersediaan pilihan aset RWA yang beragam, didukung dengan edukasi yang tepat, dapat mendorong adopsi RWA secara sehat. Namun, kami selalu mengingatkan bahwa aset tertokenisasi tetap merupakan instrumen investasi yang memiliki risiko, sehingga investor perlu mempelajari dan memahami sepenuhnya karakteristik, potensi imbal hasil, dan risiko masing-masing aset sebelum bertransaksi. Ke depan, PINTU akan terus memperkenalkan, mengedukasi, dan memperluas ketersediaan pilihan RWA secara bertanggung jawab bagi investor dan trader di Indonesia,” tutup Andy.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!