BRI Ciptakan SDM Berdaya Saing Global
Kamis, 24 September 2020 - 09:35 WIB
Foto/dok
JAKARTA - PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) berkomitmen untuk terus mengembangkan kompetensi sumber daya manusia (SDM) yang bersaing dan unggul. Hal ini juga sejalan dengan cita-cita Presiden Jokowi yakni SDM Unggul Indonesia Maju.
Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, untuk mencapai visi BRI sebagai The Most Valuable Bank In South East Asia dan Home to The Best Talent, perseroan harus menyiapkan orang dan talenta-talenta yang memenuhi tiga kriteria unggul yakni intelligentsia capital yang kuat, psychology capital yang baik dan social capital yang tinggi. (Baca: Inilah Pemandangan Ahli Riya Pada Hari Kiamat)
“Memang BRI kebanyakan melayani nasabah yang UMKM, maka operational cost-nya tinggi. Jadi, dua yang kita transformasi, yaitu digital dan kultur. Pendek kata, kunci dari transformasi itu di-culture-nya, di human capital-nya. Membangun human capital itu membangun kultur, tidak bisa mengandalkan sintem, tetapi relay pada sistem,” ungkap Sunarso dalam launching BRILSP secara daring di Jakarta kemarin.
Menurut Sunarso, bekerja di BRI harus menjadi game yang menarik dan pekerja berkompetisi mengikuti aturan main yang menarik. Untuk itu, tugas perusahaan adalah menyiapkan sistem dan aturan main.
“Karena nasib teman-teman semua dari level atas sampai bawah itu harusnya bergantung dari dirinya sendiri. Karena itu, saya ingin semua orang mengeluarkan potensinya. Maka tugas perusahaan adalah menyiapkan sistem. Program-programnya adalah membangun sistem supaya masing-masing individu mampu merencanakan suksesnya sendiri dan semua transparan dan kredibel,” papar Sunarso. (Baca juga: Proyek Sodetan Kali Ciliwung di Bidara China Terganjal Ganti Rugi)
Direktur Human Capital BRI Herdy Harman menambahkan dalam proses rekrutmen, BRI memperhatikan banyak hal mulai dari karakter berupa intelligentsia capital, psychology capital, dan social capital.
Direktur Utama BRI Sunarso mengatakan, untuk mencapai visi BRI sebagai The Most Valuable Bank In South East Asia dan Home to The Best Talent, perseroan harus menyiapkan orang dan talenta-talenta yang memenuhi tiga kriteria unggul yakni intelligentsia capital yang kuat, psychology capital yang baik dan social capital yang tinggi. (Baca: Inilah Pemandangan Ahli Riya Pada Hari Kiamat)
“Memang BRI kebanyakan melayani nasabah yang UMKM, maka operational cost-nya tinggi. Jadi, dua yang kita transformasi, yaitu digital dan kultur. Pendek kata, kunci dari transformasi itu di-culture-nya, di human capital-nya. Membangun human capital itu membangun kultur, tidak bisa mengandalkan sintem, tetapi relay pada sistem,” ungkap Sunarso dalam launching BRILSP secara daring di Jakarta kemarin.
Menurut Sunarso, bekerja di BRI harus menjadi game yang menarik dan pekerja berkompetisi mengikuti aturan main yang menarik. Untuk itu, tugas perusahaan adalah menyiapkan sistem dan aturan main.
“Karena nasib teman-teman semua dari level atas sampai bawah itu harusnya bergantung dari dirinya sendiri. Karena itu, saya ingin semua orang mengeluarkan potensinya. Maka tugas perusahaan adalah menyiapkan sistem. Program-programnya adalah membangun sistem supaya masing-masing individu mampu merencanakan suksesnya sendiri dan semua transparan dan kredibel,” papar Sunarso. (Baca juga: Proyek Sodetan Kali Ciliwung di Bidara China Terganjal Ganti Rugi)
Direktur Human Capital BRI Herdy Harman menambahkan dalam proses rekrutmen, BRI memperhatikan banyak hal mulai dari karakter berupa intelligentsia capital, psychology capital, dan social capital.
Lihat Juga :