Pelaku Industri Pembiayaan yang Sehat Diprediksi Tersisa 70%, Sisanya Sekarat

Minggu, 27 September 2020 - 23:09 WIB
Dia mengingatkan, pembiayaan multifinance banyak di segmen otomotif. Sedangkan saat ini sektor otomotif anjlok cukup dalam karena banyak pabrik tutup. Sehingga diperkirakan negatif pertumbuhannya di akhir tahun ini. "Harapan kami multifinance bisa positif, tapi kita harus realistis. Kemungkinan pertumbuhannya negatif di akhir tahun ini," ujarnya.

Direktur Keuangan Adira Finance, I Dewa Made Susila mengatakan, bisnis perseroan turun dalam kinerja aset turun terus hingga saat ini. Menurutnya ini karena ekspansi pembiayaan baru yang rendah. "Di sisi lain hampir sepertiga nasabah kami minta restrukturisasi penundaan cicilan 3-6 bulan untuk pembayaran cicilan. Bahkan bulan Mei hanya 2/3 konsumen yang mampu mencicil," ujar Made.

Meskipun ada relaksasi PSBB bisa sedikit menambah kemampuan tingkat pembayaran cicilan yang naik hingga ke 80-85% dari masa normal di kisaran 95-100%. Namun saat ini kami tetap harus bayar berbagai cicilan juga ke bank, pasar modal, dan pemilik modal. "Konsekwensinya sangat berat untuk pelaku multifinance," ujarnya.

(Baca Juga: Awas! Kredit Macet Gelombang Dua Bikin Pengusaha Leasing Tambah Njerit )

Kondisi PSBB menurut dia sangat memukul kemampuan cicilan nasabah perseroan. Karena lebih dari 50% nasabahnya merupakan segmen menengah ke bawah dengan kemampuan tabungan terbatas. "Tantangan berat saat ini melayani nasabah, tapi tetap menjalankan protokol kesehatan. Masa sekarang ini lebih berat dari krisis sebelumnya. Angka NPF kami per Agustus sudah ditekan ke level 3% dari 4% saat PSBB," ujarnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!