Bantu Atasi Krisis Pangan, Petani Minta Disediakan Pupuk Bersubsidi
Selasa, 05 Mei 2020 - 16:43 WIB
Gema mengungkapkan ada sekitar 16.000 hektar lahan perhutanan sosial yang bisa dimanfaatkan untuk pertanian pangan. Jumlahnya masih bertambah sekitar 20.000 hektar, asal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutan mengeluarkan ijin pemanfaatan hutan perlindungan sosial.
Siti berharap pemerintah memfokuskan bantuan pada sektor dan barang yang dibutuhkan masyarakat sesuai dengan pekerjaannya. Petani, katanya, membutuhkan bibit, pupuk, pestisida, serta sarana dan prasarana pertanian.
Bantuan pupuk diminta langsung diberikan kepada kelompok tani. Selama ini, bantuan itu diberikan kepada pengecer pupuk dan banyak penyimpangan. Pupuk kerap disalurkan kepada orang yang tidak berhak.
"Kartu tani belum didistribusikan kepada petani perhutanan sosial sehingga menyulitkan kami memperoleh bantuan pupuk subsidi. Ini menjadi beban bagi petani," ucapnya.
Wakil Ketua Gema PSI M. Triyanto mendesak pemerintah mengevaluasi dan menghentikan program yang tidak tepat sasaran, pemborosan, dan rentan korupsi. "Rasanya memalukan jika petani siap menjaga pangan. Di lain pihak, ada kalangan yang memanfaatkan situasi Covid-19 untuk mencari keuntungan yang tidak wajar," pungkasnya.
Siti berharap pemerintah memfokuskan bantuan pada sektor dan barang yang dibutuhkan masyarakat sesuai dengan pekerjaannya. Petani, katanya, membutuhkan bibit, pupuk, pestisida, serta sarana dan prasarana pertanian.
Bantuan pupuk diminta langsung diberikan kepada kelompok tani. Selama ini, bantuan itu diberikan kepada pengecer pupuk dan banyak penyimpangan. Pupuk kerap disalurkan kepada orang yang tidak berhak.
"Kartu tani belum didistribusikan kepada petani perhutanan sosial sehingga menyulitkan kami memperoleh bantuan pupuk subsidi. Ini menjadi beban bagi petani," ucapnya.
Wakil Ketua Gema PSI M. Triyanto mendesak pemerintah mengevaluasi dan menghentikan program yang tidak tepat sasaran, pemborosan, dan rentan korupsi. "Rasanya memalukan jika petani siap menjaga pangan. Di lain pihak, ada kalangan yang memanfaatkan situasi Covid-19 untuk mencari keuntungan yang tidak wajar," pungkasnya.
(bon)
Lihat Juga :