BI Suntik Likuiditas Perbankan Rp662,1 Triliun, Ini Rinciannya
Selasa, 29 September 2020 - 13:56 WIB
Bank Indonesia (BI) telah menambah lagi likuiditas atau quantitative easing ke perbankan dalam jumlah besar demi pemulihan ekonomi nasional di tengah Corona. Foto/Dok
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) telah menambah lagi likuiditas atau quantitative easing ke perbankan dalam jumlah besar demi pemulihan ekonomi nasional di tengah Corona. Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mengatakan telah menyuntik likuiditas sebesar Rp662,1 triliun hingga bulan September 2020.
(Baca Juga: Likuiditas Perbankan Sempat Jadi Kekhawatiran, Pemerintah Harus Ekstra Waspada )
"Bank Indonesia telah melakukan injeksi likuiditas ke perbankan dalam jumlah besar sejak awal 2020. Sehingga secara total mencapai Rp662,1 triliun," ujar Perry dalam video virtual, Selasa (29/9/2020)
Sebagai informasi, sepanjang Januari-April 2020 BI telah menggelontorkan sebesar Rp419,9 triliun untuk penambahan likuiditas perbankan. Di antaranya pembelian SBN dari pasar sekunder Rp166,2 triliun, term Repo perbankan Rp160 triliun, FX Swap Rp40,8 triliun, dan penurunan GMW Rupiah Rp53 triliun.
(Baca Juga: Likuiditas Perbankan Sempat Jadi Kekhawatiran, Pemerintah Harus Ekstra Waspada )
"Bank Indonesia telah melakukan injeksi likuiditas ke perbankan dalam jumlah besar sejak awal 2020. Sehingga secara total mencapai Rp662,1 triliun," ujar Perry dalam video virtual, Selasa (29/9/2020)
Sebagai informasi, sepanjang Januari-April 2020 BI telah menggelontorkan sebesar Rp419,9 triliun untuk penambahan likuiditas perbankan. Di antaranya pembelian SBN dari pasar sekunder Rp166,2 triliun, term Repo perbankan Rp160 triliun, FX Swap Rp40,8 triliun, dan penurunan GMW Rupiah Rp53 triliun.
Lihat Juga :