Giliran Kang Emil Juarah, Anies Kepental, Khofifah Lewat, Ganjar Gak Masuk Itungan

Selasa, 29 September 2020 - 16:40 WIB
Foto/Ilustrasi/Okezone
BANDUNG - Kendati ekonomi dunia sedang tidak menentu, tetapi minat investor berinvestasi di Jawa Barat ternyata masih cukup tinggi. Terbukti, sampai saat ini ada sekitar 8.000 permohonan izin investasi yang diajukan ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar.

"8.000 pemohon itu pun yang melalui Pemprov Jabar. Belum lagi pemohon yang mungkin masih ada di level kabupaten atau kota. Mungkin jumlahnya akan lebih banyak lagi," jelas Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Satu Pintu Provinsi Jawa Barat Noneng Komara pada acara The 3rd Indonesia Investment Day yang digelar secara daring, Selasa (29/9/2020). (B aca juga:Emas Jadi Idola Saat Pandemi, Freeport Cetak Laba USD94 Juta )



Menurut dia, permohonan investasi di Jabar lebih banyak datang dari penanaman modal dalam negeri (PMDN). Hal itu tercermin dari kenaikan PMDN di Jawa Barat selama semester I 2020 sebesar 20%. Berbeda dengan permohonan penanaman modal asing (PMA) yang turun 30%.

Investasi di Jabar pada semester I, kata dia, terbantu oleh PMDN di tengah turunnya investasi PMA. Alhasil, secara total, penurunan investasi di Jabar secara tahunan hanya sekitar 15%. Atas capaian itu, realisasi investasi di Jabar menempati posisi pertama secara nasional.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!