Bakal Dijual, Obat Covid-19 Dibanderol Rp1,3 Juta
Senin, 05 Oktober 2020 - 12:25 WIB
Dalam kesempatan yang sama Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan bergabungnya entitas BUMN farmasi dalam suatu naungan holding, diharapkan dapat membantu pemerintah dalam percepatan penanggulangan pandemi Covid-19 di Indonesia.
"Ini sisi pencegahan melalui penyediaan vaksin, penanganan melalui pengobatan dan pemberian multivitamin, maupun melalui penyediaan alat kesehatan," katanya.
Dua anggota holding BUMN farmasi sudah mampu memproduksi obat untuk Covid-19. PT Kimia Farma Tbk mampu memproduksi Favipiravir yang dapat dipergunakan untuk terapi Covid–19. Sementara PT Indofarma Tbk siap memasarkan obat anti-Corona Remdesivir dengan nama dagang Desrem™.
Selain Favipivar, PT Kimia Farma Tbk, dan anak usahanya, PT Phapros Tbk, telah berhasil memproduksi juga beberapa obat untuk penanganan Covid-19 antara lain Chloroquine, Hydroxychloroquine, Azithromycin, Favipiravir, Dexamethasone dan Methylprednisolon.
Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk. Verdi Budidarmo menambahkan, untuk jenis obat Favipiravir sudah dapat diproduksi sendiri oleh Kimia Farma, dan merupakan produk pertama di Indonesia yang dikembangkan sendiri oleh BUMN, dan telah mendapatkan Nomor Ijin Edar (NIE) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). ( Baca juga:Semobil saat Sakit Covid-19, Trump Dianggap Bahayakan Agen Secret Service )
"Ini sisi pencegahan melalui penyediaan vaksin, penanganan melalui pengobatan dan pemberian multivitamin, maupun melalui penyediaan alat kesehatan," katanya.
Dua anggota holding BUMN farmasi sudah mampu memproduksi obat untuk Covid-19. PT Kimia Farma Tbk mampu memproduksi Favipiravir yang dapat dipergunakan untuk terapi Covid–19. Sementara PT Indofarma Tbk siap memasarkan obat anti-Corona Remdesivir dengan nama dagang Desrem™.
Selain Favipivar, PT Kimia Farma Tbk, dan anak usahanya, PT Phapros Tbk, telah berhasil memproduksi juga beberapa obat untuk penanganan Covid-19 antara lain Chloroquine, Hydroxychloroquine, Azithromycin, Favipiravir, Dexamethasone dan Methylprednisolon.
Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk. Verdi Budidarmo menambahkan, untuk jenis obat Favipiravir sudah dapat diproduksi sendiri oleh Kimia Farma, dan merupakan produk pertama di Indonesia yang dikembangkan sendiri oleh BUMN, dan telah mendapatkan Nomor Ijin Edar (NIE) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). ( Baca juga:Semobil saat Sakit Covid-19, Trump Dianggap Bahayakan Agen Secret Service )
Lihat Juga :